BI Diprediksi Menaikkan Suku Bunga hingga 6,5 Persen

1 week ago 19

ASEAN Economist United Overseas Bank Limited (UOB) Enrico Tanuwidjaja memprediksi Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate hingga ke level 6,5 persen sepanjang tahun ini. Alasannya, bank sentral masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga demi menjaga stabilitas rupiah.

“Jadi prediksi UOB adalah 3 kali kenaikan 25 basis poin di 6,5 persen,  sekarang 5,75 persen,” ucap Enrico dalam taklimat media di Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026. Ia memproyeksikan BI bakal menaikkan BI-Rate pada Juli, Agustus, dan pada kuartal keempat 2026.

Enrico berpendapat langkah BI menaikkan suku bunga acuan hingga ke level 5,75 persen sudah tepat. Sebab modal asing sudah mulai masuk kembali ke Indonesia. UOB mencatat modal asing yang masuk ke pasar obligasi mencapai per 8 Juli 2026 sebesar US$ 470 juta secara year to date. Sedangkan di pasar saham, modal asing masih mengalir keluar sebesar US$ 4,39 miliar secara year to date.

Proyeksi kenaikan BI-Rate sejalan dengan proyeksi kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve. Enrico mengatakan, jika The Fed menaikkan suku bunga, maka Bi-Rate harus ditingkatkan kembali.

Enrico juga menilai kenaikan BI-Rate belum tentu akan menghambat pertumbuhan ekonomi. Sebab, likuiditas saat ini berada dalam kondisi aman. Ia menyebutkan rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masih berada di kisaran 25 persen.

Dengan kondisi likuiditas yang memadai, Enrico menganjurkan agar perbankan mengalirkan dana ke sektor dengan multiplier effect yang tinggi. “Kita sebenarnya perlu aliran dana di manufaktur, makanan dan minuman, akomodasi, itu masih butuh. Terutama UMKM,” ujarnya.

Pada periode Mei-Juni tahun ini, BI telah menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali hingga mencapai level 5,75 persen. Kenaikan BI-Rate yang terakhir adalah pada rapat dewan gubernur Juni. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kenaikan BI-Rate itu merupakan langkah lanjutan untuk semakin memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global.

“Berdasarkan asesmen meyeluruh tersebut, rapat dewan gubernur Bank Indonesia pada 17 dan 18 Jui 2026 memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis point menjadi 5,75 persen,” kata Perry dalam konferensi pers pada Kamis, 18 Juni 2026. BI juga memutuskan untuk menaikkan suku bunga deposit facility menjadi 4,75 persen dan suku bunga lending facility sebesar 25 bps menjadi 6,5 persen.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |