Potret proses peluncuran rudal High Mobility Artillery Rocket Systems (HIMARS) untuk menyerang Iran yang dilansir CENTCOM AS. Peluncuran itu dari wilayah yang diduga di salah satu negara Teluk.
REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK— Surat kabar The New York Times melaporkan bahwa perang Amerika Serikat melawan Iran telah menguras sebagian besar persediaan amunisi militer AS, sehingga memaksa Pentagon untuk memindahkan perlengkapan militer yang ditempatkan di Asia dan Eropa ke Timur Tengah.
Surat kabar AS tersebut, pada Kamis (24/4/2026) kemarin mengutip pejabat pertahanan— mengatakan militer AS telah menggunakan amunisi senilai 5,6 miliar dolar AS dalam dua hari pertama perang melawan Iran, yang meletus pada 28 Februari lalu.
New York Times melaporkan—berdasarkan perkiraan dari Departemen Pertahanan (Pentagon) dan pejabat Kongres—bahwa Angkatan Darat AS telah menggunakan lebih dari 1.200 rudal pencegat Patriot selama perang, dengan biaya melebihi 4 juta dolar AS per rudal.
Surat kabar tersebut juga menyebutkan bahwa Pentagon menggunakan lebih dari 1.000 rudal model yang dirancang untuk serangan presisi dan rudal darat "ATACMS", yang membuat persediaan berada pada tingkat rendah secara mengkhawatirkan, menurutnya.
Sebaliknya, The New York Times mengutip juru bicara Gedung Putih menyatakan apa yang dikatakan sama sekali tidak benar, dan militer dilengkapi dengan senjata dan amunisi yang melebihi kebutuhan.
Penurunan pesat
Namun, sejumlah laporan media dan lembaga studi Amerika yang terpercaya menunjukkan adanya penurunan pesat dalam persediaan amunisi Amerika selama operasi "Fury Epic" melawan Iran.
Menurut laporan majalah "Angkatan Udara dan Luar Angkasa" Amerika yang berspesialisasi dalam urusan pertahanan, penerbangan, dan luar angkasa, perkiraan menunjukkan penggunaan yang berlebihan dan belum pernah terjadi sebelumnya terhadap rudal pencegat dan amunisi presisi.

2 hours ago
1














































