REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Di Masjid Ibnu Umi Maktum, Kota Bandung, jemari-jemari kecil bergerak lembut di atas lembaran Alquran Braille. Ratusan siswa tunanetra dari berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Bandung Raya duduk khusyuk, merasakan setiap titik timbul yang membentuk huruf, yang kemudian menjadi kata, lalu ayat, hingga akhirnya menjadi khataman pada Ramadhan 2026 ini.
Mereka tidak melihat dengan mata. Tetapi cahaya Alquran sampai kepada mereka melalui ujung jari yang penuh ketekunan. "Kita boleh saja tidak melihat dengan mata, tetapi kita tidak boleh buta dalam hati dan semangat," kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Amien Suyitno, yang hadir menyaksikan momen bersejarah itu.
Ini bukan hanya capaian spiritual. Ini adalah bukti bahwa pendidikan inklusif di Indonesia sedang bergerak, perlahan, tetapi pasti, dari Bandung hingga ke pelosok timur negeri, dari ruang kelas yang megah hingga rumah warga yang dijadikan sekolah darurat.
Ketika Negara Hadir Melalui Beasiswa
Sementara di Bandung para siswa tunanetra merayakan khataman Alquran, di Makassar, Sulawesi Selatan, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman tengah menyerahkan bantuan beasiswa kepada 3.400 peserta didik SLB se-Sulawesi Selatan di Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur, Senin lalu.
Beasiswa senilai Rp5 miliar ini bukan angka semata. Ia adalah wujud kehadiran dan tanggung jawab pemerintah kepada anak-anak berkebutuhan khusus, mereka yang sering terlupakan dalam hiruk-pikuk pembangunan yang mengejar angka pertumbuhan ekonomi.
"Pembangunan harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa kecuali, termasuk para penyandang disabilitas," ujar Andi Sudirman.
"Kami berharap bantuan beasiswa ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menunjang kebutuhan pendidikan para peserta didik SLB, sehingga ke depan mereka dapat bersaing dan berkontribusi bagi kemajuan daerah."
Program ini menjadi agenda rutin Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pendidikan yang inklusif.
Penyaluran beasiswa direncanakan akan dibagi dalam dua semester pada Tahun Anggaran 2026, sehingga dapat membantu meringankan beban para orang tua dan keluarga peserta didik.
Beasiswa adalah pintu. Tetapi yang lebih penting adalah apa yang ada di balik pintu itu: kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan bermimpi.
sumber : Antara

2 hours ago
3
















































