Angga Yunanda Kerasukan Roh Lintah di Film Para Perasuk

10 hours ago 1

FILM Para Perasuk besutan sutradara Wregas Bhanuteja menceritakan perjalanan para calon perasuk di Desa Latas. Guna menjadi seorang perasuk, mereka harus mampu menemukan dan menguasai roh-roh binatang, seperti bulus, kupu-kupu, kerbau, dan semut. Pun tak terkecuali Angga Yunanda sebagai Bayu yang merupakan calon perasuk dengan spesialisasi roh lintah. 

"Karena kebetulan di filmnya juga aku sebagai calon perasuk baru harus mencari roh-roh yang baru. Salah satu roh yang aku incar untuk bisa aku tangkap si roh lintah ini," ucap Angga ketika datang ke kantor Tempo di Jakarta pada Rabu, 1 April 2026. 

Angga tak sendirian sebagai seorang calon perasuk di film garapan Rekata Studio tersebut. Ia juga beradu akting bersama Chicco Kurniawan (sebagai karakter Pawit) dan Bryan Domani (Ananto). Selain itu, terdapat pula Maudy Ayunda sebagai Laksmi yang merupakan seorang "Pelamun" serta Anggun Cipta Sasmi memerankan karakter Guru Asri.

Beratnya Proses Latihan

Guna memerankan karakter Bayu yang terasuki roh lintah, Angga harus melalui proses latihan untuk mendalami gerakan-gerakan khas dari binatang tersebut. Mulai dari gerakan melata hingga menghisap pun turut ia lakoni. "Jadi kami sangat sulit gitu ya proses workshop-nya gitu karena banyak banget gerakan yang harus dicoba," tutur Angga. 

Kesulitan pun semakin bertambah karena gerakan-gerakan tersebut juga harus dilakukan di berbagai macam medan. "Kalau di lantai masih mudah. Setnya ada yang berbatu, berkerikil, di aspal, dan dedaunan," ucap Angga.

Bebaskan Tubuh Ketika Kerasukan Roh

Dalam film Para Perasuk, Angga juga menemui adegan-adegan yang membuatnya dalam situasi di antara ambang batas kesadaran. Hal ini pun menuntutnya untuk mampu berlakon secara totalitas selayaknya orang kerasukan tanpa kesempatan dan ruang "berpikir" sama sekali.

"Jadi aku ya udah membiarkan tubuh aku bergerak bebas, untuk melakukan apa aja yang dia inginkan, tanpa harus berpikir lebih dahulu," ujar Angga.

Kendati diakuinya sebagai tuntutan yang cukup menantang, penyulih suara film Jumbo ini mencoba untuk tetap bisa "mengalir" dalam memerankan karakter Bayu. "Itu justru memang kayaknya the magic of filmmaking. Jadi kadang kami merasa transenden juga mungkin ya selama proses syutingnya dan itu yang seru di sini," ungkap Angga. 

Tantangan berat lain bagi Angga di film Para Perasuk ialah lapisan emosi yang dimiliki karakter Bayu. Angga menilai hal tersebut merupakan salah satu ciri khas dari Wregas Bhanuteja karena sebelumnya ia juga sempat berkolaborasi dengan sutradara tersebut di film Budi Pekerti

"Jadi kita pasti harus mencari sampai ke titik paling dalam dari sebuah karakter. Nah itu yang terjadi di film ini juga," kata Angga.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |