Adopsi AI dan Ancaman Siber Dorong Pembaruan Infrastruktur Data

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang semakin luas dan meningkatnya ancaman siber mendorong perusahaan memperbarui strategi pengelolaan data. Infrastruktur digital kini tidak hanya dituntut mampu menyimpan data dalam jumlah besar, tetapi juga mendukung pemrosesan AI serta perlindungan terhadap berbagai risiko keamanan siber.

Tren tersebut menjadi salah satu fokus dalam ajang Computex 2026 yang berlangsung di Taipei, Taiwan, pada 2-5 Juni 2026. Sejumlah perusahaan teknologi memperkenalkan solusi baru untuk menjawab kebutuhan pengelolaan data yang semakin kompleks.

Salah satunya adalah Synology yang memperkenalkan berbagai pengembangan pada sistem penyimpanan data dan perlindungan siber. Perusahaan tersebut menampilkan inovasi mulai dari infrastruktur enterprise hingga solusi private cloud untuk pengguna individu.

Chairman dan CEO Synology Philip Wong mengatakan, kebutuhan organisasi terhadap kendali data semakin meningkat seiring berkembangnya penggunaan AI.

"Setiap produk kami dikembangkan untuk memberikan pengguna kendali penuh atas data mereka, dengan keamanan, keandalan, dan privasi yang kuat sebagai dasar untuk mendukung kebutuhan digital yang terus berkembang," kata Philip.

Dalam pameran tersebut, Synology memperkenalkan generasi terbaru DiskStation Manager (DSM), sistem operasi untuk perangkat penyimpanan jaringan atau network attached storage (NAS). Pengembangan terbaru memungkinkan organisasi menjalankan proses AI secara lokal melalui dukungan pemrosesan berbasis GPU tanpa harus memindahkan data sensitif ke layanan eksternal.

Selain itu, perusahaan juga menghadirkan fitur otomatisasi alur kerja dan pengelolaan infrastruktur skala besar melalui satu sistem terpusat.

Di bidang perlindungan data, Synology memperkenalkan ActiveProtect Manager 2.0 dan perangkat DP5200. Solusi tersebut dirancang untuk memperluas perlindungan data di berbagai platform cloud serta dilengkapi kemampuan deteksi anomali dan malware berbasis AI.

Indonesia Country Manager Synology Clara Hsu mengatakan, kebutuhan terhadap sistem perlindungan data semakin relevan di tengah meningkatnya risiko ransomware dan keterbatasan sumber daya teknologi informasi di banyak organisasi.

Menurut Clara, perusahaan di Indonesia mulai mencari infrastruktur yang mampu mendukung transformasi digital tanpa menambah kompleksitas pengelolaan sistem.

"Kuncinya adalah memilih infrastruktur yang efektif secara biaya, mudah dikelola, dan berskalabilitas tinggi tanpa menambah kompleksitas yang tidak perlu," ujar Clara.

Perkembangan teknologi AI dan meningkatnya ancaman siber diperkirakan akan terus mendorong investasi perusahaan pada infrastruktur data yang lebih aman, fleksibel, dan mampu mendukung kebutuhan operasional berbasis kecerdasan buatan.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |