REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan liburan dan Lebaran 2026 yang aman dan nyaman di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ajakan tersebut disampaikan menyusul adanya prediksi kedatangan sekitar 8,2 juta pemudik yang diperkirakan akan melintas maupun berlibur ke wilayah DIY selama momentum Idul Fitri 2026.
Eko menyebut, koordinasi lintas sektoral menjadi kunci untuk memastikan kesiapan daerah menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama masa mudik dan libur Lebaran. "Kita sepakat mewujudkan Lebaran & Liburan yang aman dan selamat bagi semua warga Jogja, pemudik dan wisatawan," kata Eko Suwanto dalam keterangannya, Ahad (15/3/2026).
Sejumlah aspek yang menjadi fokus antara lain mitigasi keamanan di kawasan keramaian, kesiapsiagaan bencana, kesiapan destinasi wisata, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Eko menyampaikan apresiasi atas persiapan posko mudik yang disiapkan di sejumlah titik strategis di DIY. Pos pelayanan terpadu tersebut mencakup berbagai layanan penting bagi pemudik dan wisatawan, mulai dari layanan kesehatan, pengaturan lalu lintas hingga pengamanan kebencanaan selama periode libur Lebaran.
Dia juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, TNI, dan Polri dalam pengelolaan pos pelayanan terpadu.
"Komisi A merekomendasikan pembentukan manajemen pos terpadu yang lebih terintegrasi. Hal ini bertujuan agar koordinasi antara pos pemerintah daerah dengan pos dari unsur masyarakat, TNI dan Polri berjalan sinkron dalam satu tarikan nafas melayani masyarakat, pemudik dan wisatawan,"ucap dia.
"Integrasi ini diharapkan membuat pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih efektif, cepat, dan responsif terhadap kendala di lapangan," katanya menambahkan.
Dalam aspek pelayanan publik, Eko memastikan layanan kesehatan di DIY tetap beroperasi selama masa cuti bersama Lebaran. Puskesmas maupun rumah sakit, baik layanan perawatan maupun non perawatan, disiagakan untuk mengantisipasi kebutuhan darurat masyarakat.
"Rekomendasi kita, pentingnya jaminan kesejahteraan bagi para paramedis yang merelakan waktu liburnya demi bertugas," katanya.
Selain itu, Eko juga mengingatkan pemudik untuk proaktif melaporkan rumah atau tempat tinggal yang ditinggalkan kepada pengurus wilayah seperti RT dan RW setempat agar keamanan lingkungan dapat dipantau.
"Hal ini bertujuan untuk menekan potensi tindak kriminalitas pada rumah-rumah kosong selama masa mudik berlangsung," ucap Eko.
Lebih jauh, mengingat libur Lebaran 2026 ini berlangsung di musim hujan, masyarakat dan wisatawan diminta untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi kapan saja.
"Perlu sekali, masyarakat Jogja, pemudik dan wisatawan untuk rutin memantau informasi terkini melalui aplikasi BMKG. Kesadaran akan mitigasi bencana secara mandiri sangat krusial agar perjalanan dan liburan tidak terganggu oleh potensi bencana alam yang tidak terduga," katanya.

5 hours ago
12















































