CANTIKA.COM, Jakarta - Di era modern seperti saat ini, perempuan cenderung lebih rentan mengalami masalah kesehatan mental. Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti trauma, beban ganda ataupun standar tinggi yang ditetapkan masyarakat kepada perempuan.
Di tengah langkah perempuan Indonesia yang terus tumbuh dan bergerak, Women’s Space by ParagonCorp bersama Perempuan Berlari menghadirkan ruang bermakna bertajuk “Run with Purpose, Women in Movement” sebuah ajakan bagi perempuan untuk berhenti sejenak, mengenali ritme diri, dan menemukan makna di setiap langkah kehidupan.
Acara yang digelar di Paragon Community Hub ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Perempuan Berlari 2025, yang puncaknya akan berlangsung pada 26 - 30 November mendatang di kawasan Senayan Park, Jakarta. Melalui kolaborasi ini, kedua inisiatif ingin mengajak perempuan untuk tidak hanya bergerak secara fisik, tetapi juga secara emosional, berlari bukan hanya dengan kaki, tetapi juga dengan hati.
Menurut Raden Prisya, seorang Mindfulness & Focusing Practitioner, menjaga kesehatan mental bagi perempuan bukanlah tentang mencari solusi instan, melainkan tentang menyelaraskan tujuh pilar kehidupan ini.
Women’s Space x Perempuan Berlari: Run with Purpose, Women in Movement by ParagonCorp di Paragon Community Hub, Jakarta Selatan, pada Jumat, 14 November 2025. Foto: CANTIKA/Sarah Almira Kuswanto
1. Kesehatan Fisik Sebagai Fondasi Utama
Raden Prisya menyarankan kita untuk menjaga pola tidur yang cukup (7-8 jam berkualitas). Meskipun terdengar sepele, pola tidur dapat mempengaruhi kesehatan mental secara signifikan. Tidur yang kurang bisa memperburuk moodswing, bahkan menimbulkan berbagai penyakit bagi tubuh. Ia menyarankan bagi perempuan untuk tidur sekurang-kurangnya dari pukul 11 malam untuk mendapatkan energi yang prima.
“Teman-teman usahakan kalau tidur paling telat itu jam 11. Sebelum jam 11 malam, biasanya kita ngantuk banget karena tubuh kita lagi detox, maka butuh untuk istirahat dan recharge energi. Tapi diatas jam 11 kalau kita belum tidur, tubuh minta kompensasinya yakni makan. Ini yang bikin kita laper tengah malam," ujar Raden Prisya di acara Women’s Space by ParagonCorp dan Perempuan Berlari, Jumat, 14 November 2025.
2. Dekati Emosimu
Perempuan memang memiliki siklus emosional yang lebih kompleks, terutama saat periode menstruasi atau perubahan hormonal lainnya. Raden Prisya menekankan pentingnya memahami dan mengenali emosi yang muncul. Jangan menyangkal, tapi amati. Dengan mengakui dan memberi ruang pada emosi, stabilitas emosional kamu akan meningkat.
Selain itu, moodswing sangat dipengaruhi oleh kesehatan fisik. Inilah mengapa menjaga kesehatan fisik sangat erat kaitannya dengan stabilitas kesehatan mental kita.
3. Jaga Hubungan dengan Orang-orang Tersayang
Manusia adalah makhluk sosial, maka dari itu perlu hubungan yang sehat dan suportif untuk tetap menjaga kesehatan fisik dan mental. Luangkan waktu kamu untuk menjaga kedekatan dengan orang tua, saudara, pasangan, hingga sahabat. Mereka adalah safe space dan sistem pendukung yang tak ternilai. Memiliki koneksi yang kuat menciptakan rasa memiliki dan mengurangi rasa kesepian, yang merupakan pemicu utama stres.
Women’s Space x Perempuan Berlari: Run with Purpose, Women in Movement by ParagonCorp di Paragon Community Hub, Jakarta Selatan, pada Jumat, 14 November 2025. Foto: CANTIKA/Sarah Almira Kuswanto
4. Prioritaskan Diri Kamu dengan 'Me Time'
Selain menjaga hubungan dengan orang lain, menjaga hubungan dengan diri sendiri juga tak kalah penting. Kamu bisa membuat hubungan baik dengan diri kamu sendiri dengan Mengatur waktu untuk diri sendiri atau yang sering kita sebut 'Me Time'. Ini bisa berarti 30 menit membaca buku tanpa gangguan, menikmati secangkir teh di teras, atau melakukan hobi yang kamu suka. Ini adalah bentuk self-care yang esensial untuk mengisi ulang energi mental.
5. Kejar Cita-cita Kamu
Meraih impian pribadi, bahkan setelah menikah atau memiliki anak, adalah bagian penting dari identitas dan harga diri. Memiliki tujuan dan misi yang jelas memberi makna pada hidup. Memutuskan untuk menikah atau menjalin hubungan asmara bukan berarti kamu harus melepaskan semua cita-cita dan impian yang kamu miliki. Mulailah memproyeksikan misi dan impian kamu, karena progres dan keberhasilan kamu akan memberikan emosi positif bagi kesehatan mental.
6. Mengatur Stabilitas Finansial
Hal ini seringkali jarang dibahas dalam pembahasan mengenai kesehatan mental, namun ini juga bisa menjadi komponen penting yang mempengaruhi kesehatan mental. Stabilitas finansial mengurangi salah satu sumber stres paling umum dalam hidup. Belajar mengelola anggaran, menabung, dan memiliki dana darurat akan menciptakan mental yang lebih sehat dan bebas cemas.
7. God: Kekuatan Spiritual
Terakhir, dan tak kalah penting, adalah pendekatan spiritual kepada Tuhan. Bagi banyak perempuan, memiliki keyakinan dan melakukan praktik spiritual, seperti meditasi atau ibadah, memberikan makna yang lebih dalam dan rasa damai yang melampaui masalah duniawi. Kekuatan spiritual mampu berperan sebagai jangkar saat hidup terasa tidak terkendali.
Tujuh pilar ini mengajarkan kita bahwa menjaga kesehatan mental adalah hal yang penting, bagaimanpun kondisi kita. Kamu bisa mulai dengan satu pilar yang paling mudah hari ini. Ingat, mindfulness bukanlah tujuan, melainkan praktik yang dilakukan setiap hari.
Jika kamu merasa overwhelmed, kamu tidak sendiri. Dilansir dari laman Unair.ac.id, Psikolog Ike Herdiana menyebut bahwa perempuan lebih besar berpeluang untuk mengalami gangguan kesehatan mental, terlebih bagi perempuan yang berkeluarga. Seringkali perempuan dituntut lebih banyak terlibat dalam pengasuhan anak dibandingkan pria. Standar masyarakat juga seringkali menuntut anak perempuan untuk melakukan hal domestik seperti memasak, merawat keluarga lansia dibanding anak laki-laki.
“Kultur masyarakat kita selalu membebankan pengasuhan anak pada perempuan saja. Padahal pengasuhan itu tugas sangat berat yang seharusnya dilakukan secara seimbang oleh ibu dan ayah. Hal ini penting karena tidak hanya terkait kesetaraan peran, tapi juga tumbuh kembang anak,” terang Ike.
Yuk, mulai hari ini, prioritaskan diri kamu, girls. Stay sane and pretty!
Pilihan Editor: Kenapa Nostalgia Bagus untuk Kesehatan Mental? Ini Penjelasan Ilmiahnya
SARAH ALMIRA KUSWANTO | UNAIR AC.ID
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.














































