5.000 Umat Muslim di Denpasar Shalat Id dengan Khidmat

8 hours ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Umat Muslim di Denpasar menggaungkan semangat moderasi beragama dalam pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah yang berlangsung di Lapangan Lumintang, Sabtu. Pesan itu disampaikan khatib Masrur di hadapan ribuan jamaah yang memadati lokasi tersebut.

Dalam khutbahnya, Masrur menekankan pentingnya keseimbangan antara hubungan dengan Tuhan (hablun minallah) dan hubungan antarsesama manusia (hablun minannas), terutama di tengah kehidupan masyarakat Bali yang majemuk.

“Moderasi beragama menjadi kunci agar kita bisa hidup berdampingan secara damai. Bali selama ini telah menjadi contoh bagaimana toleransi dijaga dengan baik,” ujarnya.

Pelaksanaan Shalat Id di Lapangan Lumintang tahun ini diikuti sekitar 5.000 jamaah. Panitia menilai jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan kenyamanan dan rasa damai yang dirasakan umat Muslim yang menetap di Bali, termasuk mereka yang tidak mudik.

Kegiatan ibadah juga berjalan lancar berkat koordinasi panitia dengan berbagai pihak, termasuk pecalang atau aparat keamanan desa adat yang turut membantu pengaturan lalu lintas bersama kepolisian.

Usai pelaksanaan shalat, umat Muslim melanjutkan tradisi silaturahim dengan keluarga dan kerabat. Salah satu jamaah, Valentina Septa (22), mengaku terkesan dengan suasana kebersamaan di Bali. Perempuan yang memiliki latar belakang Belanda itu menyebut pengalaman beribadah di Bali berbeda dengan di negaranya.

“Di sini suasananya lebih terasa karena banyak umat Muslim berkumpul. Kalau di Belanda biasanya sendiri-sendiri,” katanya.

Sementara itu, untuk memastikan keamanan rangkaian perayaan Idul Fitri, Polda Bali mengerahkan ratusan personel dalam Operasi Ketupat Agung 2026. Khusus pada malam takbiran di Kampung Muslim Dusun Wanasari, Denpasar, sekitar 50 personel disiagakan di titik-titik strategis.

Perwira Pengendali Polda Bali AKBP I Gusti Alit Putra mengatakan pengamanan dilakukan melalui penempatan personel di lokasi rawan serta patroli intensif guna menjaga situasi tetap kondusif.

“Pengamanan ini untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang melaksanakan malam takbiran,” ujarnya.

Selain di Dusun Wanasari, pengamanan juga dilakukan di sejumlah titik prioritas, seperti masjid-masjid di Jalan Kalimantan, Gunung Merbuk, WR Supratman, dan Diponegoro. Secara keseluruhan, sebanyak 495 personel diterjunkan untuk mengawal kegiatan masyarakat selama malam takbiran.

Antusiasme warga pada perayaan tahun ini terbilang tinggi. Tokoh masyarakat sekaligus anggota DPRD Denpasar, Ilham Supriadi, menyebut jumlah peserta dan penonton di Kampung Muslim Wanasari mencapai lebih dari 10 ribu orang.

Menurut dia, tingginya partisipasi masyarakat membuat pengamanan ekstra menjadi penting, terutama karena rangkaian kegiatan tidak hanya berupa takbir keliling, tetapi juga diisi dengan pertunjukan seni oleh pemuda setempat.

Seluruh rangkaian kegiatan, baik Shalat Idul Fitri maupun malam takbiran, berlangsung aman dan tertib. Momentum ini sekaligus menunjukkan kuatnya nilai toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Bali.

sumber : Antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |