Sejumlah pekerja dan Prajurit TNI AD menyelesaikan pembangunan jembatan bailey penghubung Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Nagan Raya di Desa Blang Beurandeh, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh, Senin (5/1/2026). Kementerian Pekerjaan Umum bersama TNI AD terus berupaya mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan bailey yang menghubungkan Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Nagan Raya untuk memperlancar akses transportasi dan memulihkan daerah terdampak yang diharapkan dapat selesai pada pertengahan Januari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan adanya pembangunan 270 unit jembatan bailey untuk menyambungkan kembali akses jalan nasional hingga desa di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pascabanjir dan longsor. Pemasangan jembatan darurat ini menjadi kunci pemulihan mobilitas warga, distribusi logistik, serta layanan dasar di wilayah terdampak.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan ratusan jembatan tersebut dipasang secara bertahap di tiga provinsi. “Jembatan bailey ini tidak hanya menghubungkan jalan nasional, tapi juga akan masuk ke jalan kabupaten, kecamatan, hingga desa,” kata Abdul dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (10/1/2026).
Ia menerangkan penanganan akses jalan berjalan paralel dengan pengerahan 1.780 unit alat berat di tiga provinsi. Jalur Takengon–Gayo Lues yang sebelumnya terputus di empat titik longsor kini mulai dapat dilalui kendaraan roda empat secara terbatas. Akses Blangkejeren–Kutacane juga telah terbuka untuk kendaraan roda empat.
BNPB mencatat sejumlah ruas masih dikebut perbaikan permanen. Penghubung Pidie–Takengon, menurut Abdul, ditargetkan rampung pada 15 Januari 2026, sedangkan Jembatan Titi Merah ditargetkan selesai pada 30 Januari 2026. Di beberapa titik, jalur alternatif telah difungsikan sambil menunggu penyelesaian jalur utama.
Ia menyampaikan sebagian jembatan bailey telah beroperasi. “Beberapa yang sudah beroperasi di antaranya jembatan bailey Butong Ateuh yang telah diuji coba, lalu Bandar Kelipah–Kecamatan Permata di Bener Meriah dengan progres sekitar 75 persen,” ujar Abdul.
Progres pemasangan juga berjalan di Timang Gajah, Bener Meriah. Sementara itu, di Kecamatan Pining, Gayo Lues, pekerjaan masih berada pada tahap pembersihan akses jalan. Penempatan jembatan dilakukan menyesuaikan tingkat urgensi dan kondisi lapangan agar konektivitas antarwilayah pulih lebih cepat.
Pemulihan akses ini menopang distribusi logistik yang terus berjalan meski sebagian daerah memasuki fase transisi darurat. BNPB menyalurkan logistik melalui jalur darat dengan tonase besar, sembari tetap mempertahankan jalur udara untuk menjangkau titik-titik yang masih terpencil.

15 hours ago
5















































