YLK Sumsel Apresiasi PLN, Tinggal 21 Desa Lagi yang Belum Teraliri Listrik

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG, – Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Sumatera Selatan memberikan apresiasi kepada manajemen PT PLN atas keseriusannya dalam mengembangkan pelayanan listrik hingga ke pelosok desa. Hingga saat ini, jumlah desa yang belum menikmati aliran listrik di provinsi tersebut tinggal tersisa sedikit lagi.

Pembina YLK Sumsel, Rizal Aprizal, di Palembang, Sabtu (22/8), menyatakan bahwa masyarakat di pelosok desa yang belum menikmati listrik kini hanya sekitar dua persen. "Perjuangan pihak PLN untuk menjangkau seluruh desa perlu diapresiasi agar lebih semangat dan bisa segera terealisasi," ujarnya.

Menurut data PLN yang disampaikannya, dari total 3.258 desa dan kelurahan di Sumsel, hanya 21 desa atau kurang dari satu persen yang belum teraliri listrik. Sejumlah desa yang dimaksud terutama berada di wilayah Kabupaten Banyuasin, khususnya di daerah dekat perairan atau pesisir.

Dengan program pengembangan listrik desa yang terus berjalan, Rizal berharap masyarakat di desa-desa tersebut dapat segera dijangkau oleh PLN. Ia menekankan bahwa peran BUMN kelistrikan itu sangat besar dalam memicu pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Sinergi Pemerintah dan PLN

Sebelumnya, Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan bahwa pihaknya bersama PT PLN (Persero) terus memperkuat sinergi untuk mempercepat pemerataan akses listrik melalui Program Listrik Masuk Desa. Percepatan elektrifikasi ini dinilai krusial agar masyarakat di pelosok yang hingga 2026 ini belum menikmati layanan listrik dapat segera memperoleh akses energi.

Berdasarkan data yang ada, dari 3.258 desa dan kelurahan di Sumsel, masih terdapat sekitar 21 desa yang belum teraliri listrik. Kondisi geografis yang terpencil, jarak jaringan yang mencapai 20 hingga 30 kilometer, serta status sejumlah wilayah yang berada di kawasan hutan produksi, hutan lindung, dan taman nasional menjadi kendala utama dalam percepatan elektrifikasi.

Meski menghadapi berbagai tantangan, PLN telah mendapatkan persetujuan untuk menyelesaikan pembangunan jaringan listrik di 118 titik yang tersebar di 14 kabupaten/kota. Proyek ini menargetkan 6.045 sambungan kepala keluarga (KK).

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (S2JB), Diksi Erfani Umar, menambahkan bahwa anggaran Program Listrik Desa yang bersumber dari APBN telah tersedia untuk pengerjaan 118 titik di wilayah Sumsel. "Alhamdulillah, anggaran program listrik desa tahun ini sudah keluar, dari 118 titik lokasi tersebut, 98 titik segera dikerjakan dan diprediksi selesai pada Desember 2026 atau sampai Maret 2027," jelas Erfani.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |