APBN 2027 dan Pengawalan Transformasi Negara

6 hours ago 8

Oleh: Azis Subekti, pendiri Serikat Masyarakat Produktif Indonesia, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Ada cara lama membaca APBN yang sudah terlalu sering kita biasakan. Kita melihatnya sebagai deretan angka: berapa pendapatan negara, berapa belanja, berapa defisit, berapa pertumbuhan yang ditargetkan, lalu seberapa besar anggaran kementerian dan lembaga. Dari sana perdebatan bergerak ke soal apakah negara terlalu boros, terlalu ekspansif, terlalu hati-hati, atau terlalu optimistis.

Cara membaca seperti itu tidak salah. Tetapi untuk APBN 2027, ia terasa tidak lagi cukup.

Sebab yang tampak dalam paparan Presiden bukan semata-mata anggaran tahunan. Ada sesuatu yang lebih besar sedang dicoba: mengubah fungsi APBN dari instrumen pembiayaan kegiatan menjadi arsitektur transformasi negara.

Kalimat pembukanya sendiri memberikan isyarat itu. APBN disebut sebagai “alat perjuangan” untuk melindungi rakyat, memperkuat bangsa, mewujudkan cita-cita kemerdekaan, dan mencapai kehidupan yang lebih baik. Pilihan kata itu penting. Ia menempatkan anggaran bukan hanya sebagai persoalan akuntansi negara, tetapi sebagai instrumen untuk mengubah keadaan.

Itulah sebabnya strategi ekonomi dan fiskal 2027 tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan. Paparan Presiden menyebut transformasi menuju aktivitas ekonomi bernilai tinggi, efektivitas program unggulan, perlindungan sosial, pemberdayaan UMKM, dukungan bagi petani dan nelayan, harmonisasi pusat-daerah, serta pemberantasan korupsi dan penegakan hukum.

Jika dibaca sepintas, semuanya terlihat seperti daftar kebijakan. Tetapi bila dibaca dengan cara berpikir sistem, terlihat bahwa pemerintah sebenarnya sedang mencoba memperbaiki beberapa struktur dasar Indonesia sekaligus.

Kesehatan diperkuat melalui renovasi 10 ribu puskesmas di 7.285 kecamatan dan pembangunan 514 laboratorium kesehatan. Kapasitas rumah sakit diperluas melalui pembangunan dan revitalisasi 441 RSUD, termasuk penguatan layanan kanker, jantung, stroke, ginjal, serta kesehatan ibu dan anak. Sekolah dipercepat renovasinya dengan target seluruh satuan pendidikan berada dalam kondisi baik, aman, bersih, dan layak untuk belajar.

Tetapi di sisi lain, transformasi tidak berhenti pada pelayanan sosial. Pemerintah juga ingin membangun Bursa Mineral dan Komoditas Strategis dengan Indonesia Reference Price bagi komoditas ekspor utama.

Aset BUMN yang belum produktif hendak dioptimalkan dengan tetap mempertahankan kepemilikan strategis negara. Energi surya hendak dikembangkan hingga 100 GW sambil menggantikan pembangkit diesel, dengan potensi penghematan biaya produksi listrik, diperkirakan Rp73,9 triliun per tahun.

Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |