Uskup Agung Gereja Inggris Janji Bantu Palestina Merdeka

2 hours ago 6

Dame Sarah Mullally, pemimpin Gereja Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT – Uskup Agung Canterbury berjanji untuk membantu warga Palestina meraih "kedamaian yang Anda dambakan dan kebebasan yang layak Anda dapatkan." Ia juga memuji "perlawanan yang penuh keteguhan" warga Palestina dalam kunjungan ke Tepi Barat yang diduduki.

Dilansir Middle East Eye, Dame Sarah Mullally, pemimpin Gereja Inggris (Church of England), menyampaikan pernyataan tersebut pada Ahad lalu dalam sebuah khotbah di St Peter's, sebuah gereja Anglikan di kota Kristen Palestina, Birzeit.

Ia mengatakan kepada jemaat bahwa "perlawanan Anda yang penuh keteguhan dan harapan juga terlihat saat para ayah dan ibu harus melewati jaringan pos pemeriksaan setiap hari demi mencari nafkah bagi keluarga, atau mengantar anak-anak ke sekolah demi masa depan mereka, ataupun saat Anda berkumpul untuk memecahkan roti bersama dari minggu ke minggu di gereja ini.

"Segala tindakan perlawanan yang penuh keteguhan ini mengarah pada harapan kita kepada Yesus Kristus dan mencerminkan perjuangan Anda yang terus berlanjut demi kebebasan dan martabat."

Sang Uskup Agung menambahkan bahwa ia menyadari dirinya menikmati kebebasan tertentu yang tidak dimiliki warga Palestina, seperti "kemampuan untuk melintasi perbatasan dan pos pemeriksaan, menghabiskan waktu di komunitas tetangga, serta pergi ke Yerusalem".

"Saya akan menggunakan peran saya sebagai uskup agung untuk mengupayakan perdamaian yang Anda dambakan dan kebebasan yang layak Anda dapatkan," ujarnya.'

"Saya berharap, melalui kunjungan ini, Anda juga mengetahui bahwa Anda tidak dilupakan oleh komunitas umat Kristiani yang lebih luas.

"Gereja dipanggil untuk bersukacita bersama mereka yang bersukacita dan menangis bersama mereka yang menangis. Gereja mendukung Anda dalam hak Anda untuk hidup dalam kebebasan dan martabat."

Dalam perjalanannya, Mullally bertemu dengan Layan Nasir, seorang perempuan Kristen Palestina berusia 26 tahun yang telah tiga kali ditahan oleh Israel dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

"Saya berterima kasih kepada keluarga Layan atas keramahan mereka saat menyambut saya di rumah mereka," kata Mullally.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |