REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, sejauh ini sudah ada 29 jenazah yang berhasil dievakuasi Tim Sar Gabungan dari lokasi longsor di Kampung Pasir Kuning, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Data korban itu tercatat hingga Senin (26/1/2026) atau hari ketiga operasi pencarian sekitar pukul 13.00 WIB.
Jenazah yang ditemukan Tim Sat Gabungan itu sudah diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk dilakukan proses identifikasi. "Jumlah korban yang kita evakuasi hari ini ada empat body pack dan itu sudah kita serah terimakan. Sehingga total dari pertama kali kita melaksanakan operasi korban yang kita serahkan dalam bentuk body pack totalnya ada 29 body pack," kaya Syafii di lokasi, Senin.
Dalam pelaksanaan operasi SAR, Basarnas melibatkan kekuatan gabungan dari berbagai unsur. Untuk dukungan udara, dikerahkan tiga helikopter yang berasal dari TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Darat, dan TNI Angkatan Laut, serta pengoperasian drone untuk pemetaan area terdampak. Sementara di darat, sebanyak 250 personel dikerahkan dan dibagi ke dalam lima worksite, yakni sektor A1, A2, A3, B1, dan B2.
Syafii menjelaskan, kondisi cuaca sempat menjadi kendala karena hujan lebat mengguyur lokasi pada pagi hari. Namun, cuaca berangsur membaik pada siang hari sehingga operasi dapat kembali dimaksimalkan.
Basarnas mengatakan, data awal yang menjadi dasar operasi berasal dari laporan warga. Saat kejadian, dilaporkan lebih dari 80 orang berada dalam pencarian. Selain itu, tercatat 34 kepala keluarga atau rumah yang terdampak langsung longsoran. Dari laporan awal, sebanyak 113 orang dinyatakan terdampak, dengan 23 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Dalam upaya mempercepat pencarian, alat berat telah dikerahkan sejak beberapa hari terakhir. Namun, keterbatasan akses jalan membuat hanya alat berat berukuran kecil hingga sedang yang dapat digunakan. Saat ini, terdapat sembilan alat berat yang beroperasi di lokasi longsor.
Metode pencarian dilakukan melalui pemetaan udara menggunakan drone dan helikopter, asesmen lapangan, serta penyisiran manual dan mekanis. Tim SAR melakukan penyisiran dari sisi kiri dan kanan area terdampak, termasuk sepanjang aliran sungai, dengan dukungan perlengkapan perorangan, alat semprot air, anjing pelacak (K9), serta alat berat. Apabila ditemukan titik yang diduga kuat terdapat korban, pencarian akan difokuskan di lokasi tersebut.

1 month ago
20
















































