Universitas Gunadarma Hadirkan Inovasi Digital ASSET-SMISS di Bogor

2 hours ago 1

INFO TEMPO – Di era digital saat ini, transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci utama bagi lembaga nirlaba dalam mengelola dana umat. Menyadari hal tersebut, tim dosen dan mahasiswa dari Universitas Gunadarma sukses mengakselerasi transformasi digital di Yayasan Madinatul Qur'an Al-Amri, Kabupaten Bogor, melalui peluncuran aplikasi cerdas ASSET-SMISS (Asset Management Information System).

Program yang merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat tahun pendanaan 2026 ini, terwujud berkat pendanaan penuh dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan,, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Yayasan Madinatul Qur'an Al-Amri, yang aktif membina ratusan santri tahfidz dan peserta didik PAUD, sebelumnya berhadapan dengan tantangan manajerial yang cukup pelik. Pengelolaan inventaris sarana dan prasarana masih dilakukan secara manual berbasis kertas.

Kondisi ini menyebabkan lambatnya proses pendataan, rentannya kehilangan rekam jejak saat terjadi pergantian pengurus, hingga ketidakjelasan status antara barang wakaf, hibah, dan aset operasional rutin. Hal tersebut kerap menyulitkan yayasan dalam menyusun laporan pertanggungjawaban yang transparan kepada para donatur, sekaligus menunda respons perbaikan fasilitas yang mengalami kerusakan.

Menjawab permasalahan tersebut, tim pelaksana merancang dan mengimplementasikan sebuah inovasi teknologi tepat guna bernama ASSET-SMISS. 

Ketua Pelaksana Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Gunadarma, Izzani Ulfi, menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang tidak sekadar untuk memindahkan data ke format digital, melainkan untuk membangun budaya transparansi dan akuntabilitas institusi. 

"Aplikasi ASSET-SMISS ini kami kembangkan secara spesifik untuk menjawab kebutuhan administratif lembaga nirlaba. Melalui sistem ini, kami ingin memastikan bahwa setiap amanah dari donatur, baik yang berstatus wakaf maupun hibah, memiliki rekam jejak identitas yang jelas dan terpisah dari aset operasional. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam mengimplementasikan prinsip tata kelola yang baik (good governance) di lingkungan yayasan keagamaan," ungkap Izzani.

Puncak  kegiatan  pemberdayaan  ini  ditandai dengan diselenggarakannya Pelatihan Manajemen Aset dan Pengenalan Aplikasi ASSET-SMISS pada Sabtu, 8 Agustus 2026, bertempat di lingkungan yayasan Madinatul Qur’an Al-Amri. Pelatihan tersebut memberikan pemahaman komprehensif mengenai tata kelola dan siklus hidup aset, dilanjutkan dengan demonstrasi langsung penggunaan aplikasi oleh para pengurus yayasan.

Melalui sistem berbasis cloud ini, setiap fasilitas dan barang milik yayasan kini dilengkapi dengan identitas digital berupa stiker QR-Code. Pengurus yayasan dapat dengan mudah memindai QR-Code menggunakan kamera ponsel pintar untuk melakukan stock opname, melacak keberadaan barang, mencatat sirkulasi peminjaman antar-ruangan, hingga memantau jadwal pemeliharaan fasilitas secara terotomatisasi melalui fitur pengingat perawatan (maintenance reminder).

Implementasi aplikasi ASSET-SMISS terbukti membawa dampak yang sangat terukur. Efisiensi waktu pendataan aset baru yang semula memakan waktu 30 hingga 60 menit per unit, kini dipangkas menjadi kurang dari 5 menit. Selain itu, tingkat akurasi data inventaris melonjak hingga 95 persen, mendorong tingkat keberdayaan manajemen yayasan dari kondisi awal 20 persen menjadi 85 persen. Kualitas pelayanan pemeliharaan fasilitas juga diproyeksikan meningkat pesat berkat adanya fitur pengingat perawatan otomatis.

Kehadiran sistem modern ini disambut dengan penuh rasa syukur oleh pihak mitra. Ketua Yayasan Madinatul Qur'an Al-Amri, Neneng Sumiati, mengungkapkan apresiasi dan antusiasmenya terhadap kemudahan manajerial yang kini mereka miliki.

“Sistem ini sangat luar biasa dan benar-benar menjadi solusi nyata bagi kami. Dulu kami sering kesulitan melacak keberadaan barang atau memilah mana barang dari donatur dan mana inventaris yayasan, sekarang semuanya terdata rapi, aman, dan bisa diakses kapan saja hanya lewat scan HP. Laporan ke donatur pun jadi sangat transparan,” ungkap Neneng.

Lebih lanjut, ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para inisiator program. “Inovasi ini memberikan dampak yang sangat positif dalam menjaga amanah dan transparansi pelaporan donasi kepada publik. Harapan kami, terobosan ini bisa menjadi percontohan yang menginspirasi perbaikan tata kelola di lembaga-lembaga pendidikan keagamaan lainnya di seluruh Indonesia,” ujarnya. (*)

Dr. Izzani Ulfi., S.E.Sy., M.Ec.

Dr. Angga Putri Ekanova., S.E., M.M.

Dr. Stevani Adinda Nurul Huda., S.E.I., M.IEF.

Mariska Nuraeni 

Rifka Alifia

Yayasan Madinatul Qur'an Al-Amri Kampung Bedahan, Gang Kauman 3, RT. 06 RW. 02, Kelurahan Pabuaran Mekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat - Indonesia, Kode Pos 16916

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |