Petugas pemadam kebakaran melakukan pendinginan di area kebakaran yang melanda sebuah pabrik bingkai di Kawasan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Sebanyak 25 unit mobil pemadam kebakaran dan 125 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran yang terjadi pada dini hari.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kelurahan Cikini, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat bersama Satuan Tugas Pemadam Kebakaran (Satgas Damkar) Cikini melatih 30 relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) untuk meningkatkan kemampuan warga dalam mencegah dan menangani kebakaran.
Pelatihan yang berlangsung di halaman Kantor Kelurahan Cikini, Kamis, itu diikuti perwakilan RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), kader Posyandu, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), kader PKK, serta warga.
Lurah Cikini Redy Firmansyah mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari edukasi kepada masyarakat agar mampu melakukan pencegahan dan penanganan awal kebakaran secara cepat dan tepat.
“Di setiap RW terdapat perwakilan Redkar, sehingga saya berharap ilmu yang telah diserap pada kegiatan ini dapat ditularkan kepada warga lainnya terkait pencegahan maupun penanggulangan kebakaran,” kata Redy di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, keberadaan Redkar di setiap RW penting untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi kebakaran. Para relawan diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan melakukan penanganan awal, tetapi juga dapat mengedukasi warga mengenai langkah-langkah pencegahan.
Keterlibatan masyarakat diperlukan karena penanganan pada tahap awal dapat mencegah api meluas sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Karena itu, warga perlu mengetahui tindakan yang tepat ketika menemukan sumber api tanpa mengabaikan keselamatan diri.
Redy mencontohkan kebakaran yang baru-baru ini terjadi di wilayah Cikini. Menurut dia, koordinasi antara warga dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait membuat kebakaran dapat segera ditangani sehingga api tidak meluas.
“Kemarin baru saja wilayah Kelurahan Cikini terjadi musibah kebakaran yaitu di gedung optik tunggal dan alhamdulillah atas koordinasi yang tepat sasaran antara warga dengan SKPD terkait, bencana kebakaran tidak merebak lebih jauh, sehingga segera dapat ditanggulangi,” ujarnya.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu gambaran pentingnya kesiapsiagaan warga sekaligus koordinasi dengan petugas ketika kebakaran terjadi. Semakin cepat kejadian diketahui dan dilaporkan, semakin besar peluang api dapat dikendalikan sebelum menjalar ke bangunan di sekitarnya.
sumber : Antara

1 hour ago
1













































