Tips Berkendara Aman dan Nyaman Saat Arus Balik Setelah Mudik Lebaran

23 hours ago 4

TEMPO.CO, Jakarta - Setelah hari raya Idul Fitri banyak pemudik yang akan kembali bekerja sehingga arus balik akan menyebabkan kemacetan seperti arus mudik. Sebelum menempuh arus balik, para pemudik diharap mempersiapkan diri dan kendaraan agar perjalanan berkendara aman dan nyaman. 

Berkendara saat arus balik lebaran bisa menjadi pengalaman yang menantang dan berisiko terutama kondisi padat pengendara. Dalam suasana padatnya lalu lintas persiapan yang matang sangatlah penting untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan. Selain faktor kelelahan, pengemudi juga harus lebih sigap dan waspada terhadap kondisi jalanan dan faktor alam yang mempengaruhi keamanan saat berkendara.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dilansir dari berbagai sumber, berikut berbagai tips aman dan nyaman berkendara saat arus balik:

1. Memilih waktu yang tepat                    

Dikutip dari lamannya, PT Lintas Marga Sedaya (LMS) mengimbau pengguna jalan tol agar melakukan manajemen waktu . Pilihan hari yang tepat dalam melakukan perjalanan balik dapat menghindari kemacetan.

Mengemudi saat siang hari dibandingkan malam hari juga sangat mempengaruhi. Menurut riset yang dilakukan oleh Greg Monforton & Partners Injury Lawyers pada 2022, menemukan bahwa berkendara di malam hari memiliki tingkat risiko tiga kali lipat lebih tinggi mengalami insiden karena tingkat kewaspadaan pengemudi saat malam hari yang kemungkinan besar akan lebih rentan mengalami kelelahan dan tak prima.

2. Mengecek kondisi kendaraan

Dalam perjalanan berkendara, perlu memastikan terlebih dahulu mesin kendaraan yang akan digunakan seperti rem, lampu, dan lainnya agar berfungsi dengan baik termasuk memastikan BBM terisi penuh untuk menghindari antrian panjang di SPBU. Apalagi ketika perjalanan malam, kondisi optimal lampu penerangan mobil sangat berguna dalam berkendara agar mobil tetap terlihat jelas oleh pengendara lain.

Kondisi tanpa lampu penerangan mobil akan berbahaya dan ketika lampu penerangan terlalu terang juga dapat menyebabkan silau atau pandangan yang berkilau-kilau akibat melihat cahaya yang terlalu terang mengganggu pengendara lain.

3. Periksa cuaca, rute dan kondisi perjalanan

Penggunaan rute yang sering dilalui dan mengetahui dengan baik kondisi jalannya akan membantu agar lebih mudah mengingat dan mengantisipasi tikungan, lampu lalu lintas, rambu lalu lintas, dan sebagainya saat mengemudi. Memahami kondisi perjalanan akan berguna untuk keselamatan seperti area padat penduduk, persimpangan dan area banyak hewan melintas. 

Memeriksa cuaca sebelum perjalanan juga sangat membantu pengendara mempersiapkan diri dan kendaraan, terutama jika menggunakan motor.

4. Jangan memaksakan diri

Memaksakan diri dalam mengendarai kendaraan maupun memaksakan fisik pengendara ketika sudah lelah atau mengantuk akan berbahaya. Berkendara dalam keadaan lelah dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Istirahat yang cukup dapat meningkatkan kondisi tubuh agar tetap fit sepanjang perjalanan. Jika sudah mengalami kantuk, pengendara dapat menepi dan ke rest area untuk istirahat.

5. Jangan membawa muatan lebih

Setelah mudik biasanya pemudik akan membawa buah tangan dari keluarga untuk dibawa ke tanah rantau. Hal ini harus diperhatikan karena membawa muatan berlebih di kabin mobil atau di motor dapat membahayakan pengendara. Barang yang dirasa terlalu banyak bisa dikirim melalui jasa ekspedisi.

6. Waspadai Risiko Kejahatan

Kejahatan bisa terjadi di mana saja dan menimpa siapa saja, termasuk saat arus balik. Pastikan memilih tempat yang aman dan nyaman untuk beristirahat seperti rest area yang tersedia dan pastikan jika meninggalkan mobil, mobil terkunci dan barang bawaan dalam kondisi aman. 

7. Taati aturan lalu lintas dan perhatikan jarak aman kendaraan

Sebagai pengguna jalan raya, wajib mengikuti aturan dalam berlalu lintas. Berkendara dalam kecepatan yang tinggi, tidak menggunakan sabuk pengaman, tidak mematuhi rambu lalu lintas akan meningkatkan risiko kecelakaan. Memastikan untuk menjaga jarak aman dengan kendaraan lain yang ada di depan dapat memberikan lebih banyak waktu bagi pengendara untuk bereaksi dan merespons adanya perubahan kondisi lalu lintas ataupun kondisi berbahaya yang sewaktu-waktu dapat terjadi seperti rem mendadak dari pengendara di depannya.

8. Siapkan hiburan

Perjalanan yang jauh dan memakan waktu berjam-jam dapat membuat bosan. Siapkan saja hiburan yang dapat membuat lebih senang di dalam mobil dalam jangka waktu lebih lama tanpa mempengaruhi fokus berkendara seperti musik, lagu, radio, maupun podcast.

Kakak Indra Purnama berkontribusi dalam artikel ini.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |