REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Tiga nyawa melayang tertemper kereta api di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat dalam sehari. Tragedi itu menjadi peringatan larangan beraktivitas di area jalur kereta api karena berbahaya dan melanggar aturan.
"Benar, dalam satu hari ada tiga kejadian tertemper kereta api di wilayah hukum Polres Cimahi, dan semuanya menyebabkan korban meninggal dunia," kata Kepala Seksi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat saat dikonfirmasi, Ahad (3/5/2026).
Insiden tragis itu terjadi pada Sabtu (2/5/2026). Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di Kampung Cirangrang, RT 02/17, Desa Mandalasari, Kecamatan Cikalongwetan, KBB. Seorang pria bernama Uum Sopandi (66 tahun) tewas usai tertabrak Kereta Api Argo Parahyangan relasi Bandung-Gambir.
Berdasarkan keterangan saksi, korban terlihat berjalan di atas rel sebelum akhirnya tertabrak dan terjatuh ke area lembah dengan kondisi luka berat di bagian kepala. Selang beberapa jam kemudian, sekitar pukul 13.40 WIB, kejadian serupa terjadi di Kampung Sumur Bor, RT 02/04, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, KBB. Korban diketahui bernama Wahyudi (41), warga setempat. Ia diduga tertemper Kereta Api Lokal KA 393 saat hendak melintasi rel.
"Korban sempat diperingatkan warga, namun tetap melintas hingga akhirnya tertabrak kereta yang melaju ke arah Padalarang," ucap Gofur.
Sementara itu, peristiwa ketiga terjadi di Jalan Sukimun, RT 03/04, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, sekitar pukul 15.00 WIB. Korban bernama Hambali (72), seorang buruh harian lepas, ditemukan meninggal dunia di pinggir rel dengan posisi telungkup. Ia diduga tertabrak kereta feeder Whoosh dari arah Bandung menuju Padalarang.
Menurut keterangan saksi, korban sempat menyeberangi rel, namun tiba-tiba berbalik arah saat kereta melintas. "Korban diduga kurang pendengaran sehingga tidak menyadari datangnya kereta. Akibatnya korban tertabrak dan terpental hingga sekitar 15 meter," ucap Gofur.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, serta mengevakuasi seluruh korban. Pihak keluarga korban juga disebut menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan sebagian menolak dilakukan autopsi.
Gofur mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melintasi jalur rel kereta api, terutama di perlintasan tidak resmi. "Kami mengingatkan warga agar tidak beraktivitas di sekitar rel dan selalu memastikan kondisi aman sebelum melintas demi menghindari kejadian serupa," kata dia.

2 hours ago
5

















































