Takut Serangan Iran, AS-Inggris Imbau Warganya tak ke Israel

2 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) dan Inggris telah mengeluarkan peringatan bagi warganya untuk tak beperjalanan ke Israel. Seruan ini disampaikan di tengah ketegangan yang sedang berlangsung antara Washington dan Teheran.

Kedutaan Besar AS di Yerusalem menerbitkan peringatan keamanan yang menyarankan warga AS “mengingat ketegangan regional yang sedang berlangsung”. Mereka harus “meninjau setiap rencana perjalanan jika terjadi gangguan, dan membuat keputusan yang tepat untuk diri mereka sendiri dan keluarga mereka”.

Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Inggris menyarankan untuk tidak melakukan “perjalanan ke Israel kecuali terkait hal penting” dalam kondisi saat ini.

Peringatan tersebut muncul beberapa hari setelah ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan bahwa Israel serta  pangkalan dan kapal AS, akan menjadi “target yang sah” jika Iran diserang.

AS, Inggris, India, Italia, Spanyol, Polandia, dan Australia termasuk di antara negara-negara yang menyarankan warganya untuk meninggalkan Iran di tengah ketegangan tersebut.

Presiden Trump telah berulang kali mengancam bahwa Washington akan melakukan intervensi militer di Iran jika terjadi tindakan keras terhadap demonstran di tengah protes yang sedang berlangsung.

Pada Rabu, diketahui bahwa beberapa personel telah disarankan untuk meninggalkan pangkalan udara Al Udeid di Qatar, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan serangan AS dan potensi pembalasan Iran.

Pada Selasa, Trump memposting di media sosial, mengatakan kepada pengunjuk rasa di Iran bahwa bantuan “sedang dalam perjalanan”. Dia kemudian mengatakan bahwa dia telah menerima jaminan bahwa pembunuhan terhadap demonstran di Iran telah berhenti, sehingga memadamkan spekulasi mengenai kemungkinan serangan.

Hassan Ahmadian, seorang akademisi di Universitas Teheran, mengatakan pada Aljazirah pemerintah Iran sepertinya tidak akan percaya bahwa ancaman aksi militer AS telah surut menyusul komentar berulang-ulang Trump bahwa pembunuhan terhadap pengunjuk rasa telah berhenti.

Berbicara dari Teheran, Ahmadian mengatakan bahwa meskipun komentar Trump mengisyaratkan penurunan retorika dari Washington, para pemimpin Iran akan tetap waspada terhadap ancaman serangan.

“Saya pikir Iran akan sulit mempercayai apapun yang dikatakan presiden ini karena sebelumnya Iran melakukan pembicaraan dengannya dan kemudian negara itu diserang,” katanya, mengacu pada serangan AS terhadap situs nuklir Iran ketika Washington bergabung dalam perang 12 hari Israel pada bulan Juni.

“Ada kemungkinan dia mencoba menyerang Iran secara tiba-tiba.”

Dia mengatakan mayoritas pengunjuk rasa, meskipun memiliki keluhan terhadap pemerintah, tidak ingin melihat aksi militer AS. “Ada pihak-pihak yang tidak senang dengan keadaan yang terjadi di Iran saat ini, tapi menurut saya… mayoritas tidak ingin melihat perang lagi,” katanya.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |