Iranian soldiers parade during the annual Army Day celebbration, at a military base in Tehran, Iran, 17 April 2024. According to Iranian state media, Raisi described the recent attack launched towards Israel as
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran dikabarkan telah mengubah strategi pertahanan mereka hari ini, Senin (2/3/2026), dengan mengaktifkan 'Decentralize Mosaic Defence', sebuah doktrin perang gerilya yang dilakukan secara serentak di seluruh wilayahnya. Langkah ini diambil setelah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel menghantam jalur komando pusat pada Ahad, kemarin.
Strategi baru ini telah merestrukturisasi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menjadi 31 unit operasional otonom: satu unit di Teheran dan 30 unit lainnya tersebar di bawah komando tingkat provinsi. Setiap komandan unit diberikan kebebasan penuh untuk mengambil keputusan perang tanpa persetujuan pusat di Teheran.
Menurut pejabat Iran, serangan AS dan Israel baru-baru ini telah menargetkan infrastruktur utama dan pusat komando militer. Meskipun Teheran belum mengungkapkan mekanisme operasional secara rinci, sejumlah tokoh senior telah mengindikasikan, restrukturisasi itu untuk mencegah kelumpuhan sistemik jika terjadi gangguan komunikasi atau upaya pemecatan pemimpin.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengatakan, Iran telah lama mempelajari bagaimana bertempur dengan Amerika Serikat dan sekutunya. "Pengeboman di Ibu Kota kami tidak berdampak pada kemampuan kami untuk berperang. Decentralized Mosaic Defence memungkinkan kami untuk memutuskan kapan, dan bagaiman perang akan berakhir," kata dia melalui X pada Ahad, kemarin.
Melalui platform yang sama, Ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani hari ini juga menegaskan kesiapan pasukannya untuk perang panjang. "Iran, tidak seperti Amerika Serikat, (kami) telah mempersiapkan diri untuk perang yang panjang," tulis Larijani.
Bagaimana cara kerja Decentralized Mosaic Defence?
Dilansir Times Now, IRGC yang terbagi menjadi 31 unit mandiri masing-masing akan bertindak seperti potongan puzzle. Setiap komandan mendapatkan kekuatan taktis penuh. Menembakkan rudal, meluncurkan drone, dan serangan gerilya akan menjadi keputusan mereka tanpa perlu menunggu lampu hijau.
Seperti perang gerilya yang dikenal luas, pegunungan terjal dan gurun akan berubah menjadi zona penyerangan. Pertahanan berlapis itu diyakini akan melemahkan penjajah secara perlahan.

4 hours ago
2
















































