REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sebanyak 1.080 siswa dari keluarga desil 1 dan desil 2 atau kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, bakal menempati Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Bogor di Jasinga, Jawa Barat. Kawasan pendidikan seluas 6,96 hektare ini rampung dibangun PT Brantas Abipraya (Persero) dan mulai dimanfaatkan lewat gelaran Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana mengatakan, MPLS menandai kawasan tersebut resmi memasuki tahap pemanfaatan untuk mendukung Program Sekolah Rakyat pemerintah.
“Secara keseluruhan, SRT 1 Kabupaten Bogor dirancang mampu menampung hingga 1.080 siswa, khususnya dari keluarga yang masuk dalam kelompok desil 1 dan desil 2,” ujar Dian, Senin (24/8/2026).
Berbeda dari sekolah pada umumnya, SRT 1 dirancang sebagai satu ekosistem pendidikan lengkap, bukan sekadar gedung kelas. Ada 29 bangunan berdiri dalam satu kawasan, mulai dari gedung sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama putra-putri, asrama guru, gedung serbaguna, tempat ibadah, kantin, lapangan olahraga, hingga ruang terbuka hijau. Kawasan ini berada di perbukitan dengan ketinggian sekitar 161 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Dian menyebut keberadaan asrama jadi elemen kunci dari desain sekolah ini. Sebab program Sekolah Rakyat memang menyasar anak-anak dari keluarga yang membutuhkan, sehingga fasilitas tempat tinggal jadi bagian tak terpisahkan dari akses pendidikan itu sendiri.
“Sekolah ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan karakter, keterampilan, dan potensi diri,” ungkap Dian.
Bagi Brantas Abipraya, penyelesaian proyek ini bukan akhir dari tanggung jawab perusahaan sebagai kontraktor.
“Bagi Brantas Abipraya, setiap infrastruktur yang kami bangun tidak berhenti pada selesainya pekerjaan konstruksi, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami bersyukur pembangunan SRT 1 Kabupaten Bogor telah selesai dan kini mulai dimanfaatkan masyarakat,” lanjutnya.
Dian menambahkan, kualitas fasilitas belajar ikut menentukan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang peserta didik. Karena itu pembangunan SRT 1 tidak hanya mengejar standar konstruksi, tapi juga kelengkapan fasilitas penunjang aktivitas siswa sehari-hari.
“Melalui pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, kami ingin turut menghadirkan infrastruktur pendidikan yang berkualitas, aman, dan dapat segera dimanfaatkan,” sambung Dian.
Ke depan, Brantas Abipraya menyatakan akan terus mengerjakan proyek infrastruktur serupa yang berorientasi pada nilai sosial, bukan cuma capaian teknis semata.
“Ke depan, Brantas Abipraya akan terus menghadirkan karya-karya infrastruktur yang berkualitas, tepat mutu, tepat waktu, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat dalam mendukung pembangunan Indonesia yang semakin maju dan berdaya saing,” kata Dian.

2 hours ago
2
















































