Sekjen PBNU Anggap Pernyataan Said Aqil Siradj soal Cawe-cawe Jokowi Spekulatif

19 hours ago 1

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf menilai pernyataan Said Aqil Siradj soal adanya cawe-cawe Jokowi dalam kemenangan Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU bersifat spekulatif. Dia berpendapat, istilah cawe-cawe sendiri bersifat multitafsir.

"Cawe-cawe itu hanya spekulatif, semua yang memiliki kekuatan politik berpotensi untuk cawe-cawe," kata Saifullah ketika dihubungi Tempo lewat sambungan telepon, Kamis, 3 April 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Dia bahkan mempertanyakan cawe-cawe seperti apa yang dimaksudkan dalam Muktamar ke-34 PBNU di Bandar Lampung pada Desember 2021 tersebut. "Maksudnya cawe-cawe ini seperti apa, ini sudah tiga tahun yang lalu (pemilihannya)," ucap Saifullah. 

Menurut dia, cawe-cawe merupakan isu musiman yang terjadi setiap menjelang Muktamar PBNU. Dia menilai, hal tersebut merupakan bagian dari dinamika politik dan bukan menjadi penentu kemenangan. 

Dia mencontohkan dengan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang tetap terpilih menjadi Ketua Umum PBNU kendati diintervensi oleh kekuatan Orde Baru. "Penentu kemenangan itu tidak tunggal. Cawe-cawe dari luar juga belum tentu menang kalau strateginya kalah," ujar Saifullah. 

Dia memastikan bahwa pelaksanaan pemilihan ketua umum PBNU dalam Muktamar lalu telah berlangsung secara demokratis. Mekanisme pelaksanaan agenda tersebut, kata dia, telah sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam AD/ART organisasi. 

"Kepengurusan terbentuk secara demokratis," ujarnya menegaskan. 

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU periode 2010-2021 Said Aqil Siradj mengungkapkan ada cawe-cawe dari Presiden Ke-7 Joko Widodo dalam untuk menghalangi dirinya menjadi Ketua PBNU periode 2021-2026. Pernyataan itu ia lontarkan dalam sebuah siniar Akbar Faizal Uncensored. 

"Pak Jokowi tidak senang kalau saya terpilih lagi di NU. Maka di (Muktamar) Lampung semua itu diatur sehingga saya kalah," ucapnya kala itu. 

Said Aqil Siradj mengatakan dirinya tidak sebesar Gus Dur yang tetap menang meskipun telah diintervensi sedemikian rupa oleh Orde Baru dalam Muktamar ke-29 NU di Cipasung, Tasikmalaya. "Gus Dur kuat, tetap menang. Saya tidak sehebat Gus Dur," katanya kembali. 

Dalam Muktamar di Bandar Lampung, Yahya Cholil Staquf menjadi pemenang dengan raihan 337 suara dan resmi menjadi Ketua Umum PBNU periode 2021-2026. Sementara Said Aqil Siradj hanya memperoleh 210 suara.

Egi Adyatma ikut berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |