Respons Penjarahan, Gubernur NTB: Kita Butuh Situasi Kondusif untuk Tingkatkan Kesejahteraan

22 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengimbau masyarakatnya untuk selalu bersikap tenang, terutama saat melakukan aksi unjuk rasa, agar proses pembangunan daerah dapat berjalan baik.

"NTB baru saja mulai bangkit dan membangun, kita butuh situasi yang kondusif, kita butuh kestabilan, dan ketenangan agar rakyat dapat fokus meningkatkan kesejahteraan," ujarnya dalam pernyataan yang dikutip di Mataram, Minggu.

Iqbal mengajak seluruh elemen masyarakat dari mulai pemuka agama, para tuan guru, ustadz, tokoh masyarakat, para kepala desa dan dusun, hingga para kepala lingkungan untuk bersama-sama ikut menenangkan situasi.

Ia meminta semua pihak untuk bersama-sama dan bahu-membahu bergandengan tangan menjaga ketenangan politik serta sosial di Nusa Tenggara Barat.

"NTB adalah rumah kita bersama, mari kita jaga," pungkas Iqbal.

Sekretariat DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat menyayangkan aksi pembakaran dan penjarahan yang dilakukan massa ketika melakukan aksi unjuk rasa di Gedung DPRD NTB pada Sabtu siang hingga sore.

Kepala Bagian Umum dan Humas Sekretariat DPRD NTB Muhammad Erwan mengatakan aksi pembakaran gedung DPRD NTB semula terjadi di depan lobi gedung. Api mulai merambah ke ruang pimpinan DPRD NTB.

"Api melahap ruang pimpinan, ruang sekretariat, ruang semua wakil ketua, ruang paripurna dan segala macam yang ada di dalam gedung," kata Erwan di depan Kantor DPRD NTB di Mataram, Sabtu.

Saat massa datang ke kantor DPRD pukul 12.00 Wita, Erwan mengatakan tidak ada satu pun anggota dewan yang menemui massa aksi. "Rencana Ketua DPRD Baiq Isvie Rupaeda akan menemui karena situasi tidak terkendali maka negosiasi tidak ada komunikasi," terangnya.

Erwan mengaku tidak ada negosiasi sebelum aksi pembakaran Gedung DPRD terjadi, seharusnya para massa aksi melakukan negosiasi tapi tidak bisa dilakukan karena Sabtu merupakan hari libur.

"Karena ini hari Sabtu kami tidak masuk. Semua berkas tidak bisa kita amankan. Demo kan harusnya sampaikan aspirasi tapi kami tidak menyangka ini akan terjadi pembakaran," ucap Erwan. 

Sebelumnya, pada Sabtu (30/8), aksi unjuk rasa elemen mahasiswa dan masyarakat yang dilakukan di Kota Mataram menimbulkan berbagai kerusakan, dari mulai pelemparan batu dan perusakan kantor Polda NTB sampai pembakaran gedung DPRD NTB.

Sekretariat DPRD NTB memproyeksikan nilai kerugian materiil akibat aksi pembakaran dan penjarahan di gedung DPRD NTB mencapai puluhan miliar rupiah. Ada dua gedung yang dibakar, yakni gedung rapat dan sidang, serta gedung gedung sekretariat.

Aparat kepolisian setempat melaporkan telah menangkap sejumlah demonstran yang melakukan pembakaran dan penjarahan di kantor DPRD NTB.

sumber : Antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |