Puncak Arus Balik Lebaran: Rekomendasi 10 Oleh-oleh Khas Bumi Sumatera

13 hours ago 5

TEMPO.CO, Jakarta - Hari raya Lebaran telah usai, saatnya kembali ke rutinitas di tanah rantauan dan meninggalkan hangatnya kampung halaman. Bagi para perantau dari Pulau Sumatera, momen arus balik Lebaran ini tak lengkap tanpa membawa berbagai oleh-oleh khas daerah asal. Lantas, apa saja makanan khas dari Pulau Sumatera yang sering dijadikan sebagai oleh-oleh?

Sebagai salah satu pulau terbesar di Indonesia, Sumatera tidak hanya kaya akan budaya dan keindahan alam, tetapi juga dikenal sebagai daerah dengan jumlah perantau yang cukup besar. Maka tak heran jika setiap tahunnya, arus mudik dan arus balik Lebaran dari pulau ini selalu tinggi.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Saat kembali ke perantauan, para pemudik biasanya membawa oleh-oleh khas dari daerah asal mereka—entah untuk dinikmati sendiri sebagai pengobat rindu, atau dibagikan ke teman dan rekan kerja. Tak heran, berbagai makanan khas dari Sumatera kerap jadi incaran.

Berikut merupakan 10 oleh-oleh dari bumi Sumatera yang paling sering dicari.

Bolu Meranti
Bolu Meranti sudah lama dikenal sebagai salah satu oleh-oleh paling legendaris dari Medan. Kelembutan teksturnya yang khas serta rasa manis yang pas membuatnya jadi buah tangan favorit wisatawan yang berkunjung ke ibu kota Sumatera Utara ini.  

Dilansir dari situs resminya, Bolu Meranti menyediakan berbagai varian rasa bolu gulung seperti cokelat, keju, dan kacang, dengan harga sekitar Rp80 ribuan. Produk ini juga bisa bertahan hingga tiga hari di suhu ruang. Adapun toko utamanya berlokasi di Jl. Kruing Simpang Razak No. 7C, Medan, tapi bagi yang ingin membelinya saat perjalanan pulang, Bolu Meranti juga tersedia di Bandara Polonia, meskipun harganya sedikit lebih tinggi, selisih sekitar Rp7.000 hingga Rp10.000.

Bika Ambon

Salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Medan yang selalu jadi incaran adalah Bika Ambon. Kue ini dikenal dengan teksturnya yang lembut namun sedikit kenyal, serta tampilan khas berwarna kuning dengan rongga-rongga seperti pori-pori di dalamnya. Rasa manisnya yang pas membuatnya sangat cocok dinikmati bersama teh atau kopi di pagi atau sore hari.  

Meski tanpa bahan pengawet, Bika Ambon mampu bertahan hingga 3–4 hari, sehingga aman dibawa sebagai buah tangan. Harganya pun cukup beragam, biasanya berkisar antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per kotak, tergantung pada ukuran dan varian rasa yang dipilih.

Pempek

Pempek juga merupakan makanan khas Palembang yang kerap dijadikan oleh-oleh. Terbuat dari campuran ikan giling, tepung sagu, air, dan sedikit garam, adonan Pempek dibentuk menjadi berbagai variasi, lalu direbus atau digoreng, dan disajikan dengan kuah cuka yang pedas, asam, dan manis. 

Salah satu jenis yang paling terkenal adalah Pempek Kapal Selam, yaitu pempek berisi telur ayam utuh di bagian dalamnya. Ukurannya cukup besar, bisa mencapai panjang sekitar 10 cm dan berat hingga 250 gram. Harganya pun cukup terjangkau, mulai dari Rp10.000 hingga Rp20.000 per buah, tergantung ukuran dan tempat membelinya.

Galamai

Galamai adalah oleh-oleh khas dari Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, yang sekilas mirip dengan dodol. Makanan berwarna hitam ini memiliki tekstur kenyal dan rasa manis yang legit. Terbuat dari campuran tepung ketan, santan, dan gula aren atau gula pasir, galamai dimasak dalam waktu lama hingga mengental sempurna.  

Dulunya galamai sering dibuat untuk acara adat atau pesta pernikahan, namun kini sudah banyak dijual di pusat oleh-oleh dengan harga sekitat Rp100.000 per kilogram.

Kerupuk Kemplang 
Kerupuk Kemplang adalah oleh-oleh khas Sumatera Selatan yang terbuat dari campuran ikan giling, tepung, dan bumbu penyedap, menghasilkan cita rasa gurih dan tekstur yang renyah. Proses pembuatannya pun lebih sehat karena tidak digoreng, melainkan dipanggang di atas tungku berisi arang panas selama sekitar 30 hingga 35 detik. Inilah yang menjadi keunikan kerupuk kemplang dibanding kerupuk pada umumnya.

Gulai tempoyak ikan patin dan pindang ikan patin hidangan khas Jambi. TEMPO/Shinta Maharani.

Tempoyak
Tempoyak adalah olahan hasil fermentasi daging buah durian yang dikenal luas di wilayah Sumatera, terutama Jambi, Palembang, dan Lampung. Makanan ini merupakan bagian dari tradisi kuliner masyarakat Melayu dan memiliki cita rasa khas yang asam dan tajam. Tempoyak bisa dikonsumsi langsung, dijadikan sambal, atau digunakan sebagai bumbu pelengkap dalam berbagai masakan. 

Salah satu hidangan yang paling populer adalah pindang ikan patin tempoyak, di mana tempoyak menjadi bahan utama untuk memberikan rasa unik pada kuahnya.  Namun, tempoyak juga kerap dipadukan dengan ikan khas daerah seperti ikan baung, ikan toman, hingga ikan teri. 

Rendang Talua
Rendang talua merupakan variasi rendang unik yang dibuat dari campuran telur dan tepung tapioka. Kuliner khas ini biasanya diolah menjadi keripik renyah yang mudah ditemukan di sepanjang jalan lintas Sumatera atau di berbagai toko oleh-oleh.

Setelah keripik telur selesai dibuat, barulah dicampur dengan bumbu rendang yang sudah matang, menghasilkan cita rasa gurih dan pedas yang khas. Di platform e-commerce, rendang talua dijual dengan harga yang cukup terjangkau, mulai dari belasan hingga puluhan ribu rupiah.

Keripik Sanjai
Keripik Sanjai, camilan khas dari Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, awalnya hanyalah jajanan rumahan untuk anak-anak di Kampung Sanjai. Berasal dari singkong yang melimpah hasil kebun warga, keripik ini dulu dibuat tanpa bumbu, hanya digoreng biasa.  

Seiring waktu, keripik ini mulai dijual ke pasar dan ternyata diminati banyak orang. Kini, keripik Sanjai berkembang menjadi oleh-oleh populer dari Ranah Minang, dengan beragam varian rasa, salah satunya yang paling terkenal adalah keripik balado yang pedas manis.

Pancake Durian
Salah satu oleh-oleh khas Medan yang tak luput dari perhatian adalah pancake durian. Camilan ini tampil menggoda dengan warna-warna cerah seperti kuning dan hijau. Di balik kulit pancakenya yang lembut dan manis, terdapat isian daging durian utuh khas Medan yang terkenal sangat legit, lembut, dan beraroma tajam yang khas.

Salah satu produsen pancake durian khas Medan yang terkenal adalah Ucok Durian, dengan harga yang dibanderol mulai dari Rp25 ribu hingga Rp100 ribu, mengacu pada informasi dari situs resminya.

Kue Sapik
Kue Sapik adalah salah satu camilan tradisional khas Sumatera Barat yang sering dijadikan oleh-oleh, terutama setelah momen Lebaran. Kue ini memiliki rasa manis dan tekstur renyah yang membuatnya digemari banyak orang.

Nama “sapik” berasal dari proses pembuatannya, yaitu dengan cara dijepit atau “disapik” dalam bahasa Minang. Sekilas bentuknya mirip kue semprong, namun perbedaannya terletak pada bentuk akhir—kue sapik tidak digulung, melainkan dibiarkan pipih dan melebar.

Jeniati Artauli Tampubolon, Haura Hamidah, Fachri Hamzah, Recha Tiara Dermawan, dan Antara berkontribusi dalam penulisan artikel ini. 
Pilihan editor: Cokelat Oleh-oleh dari Bali, Ada yang Mirip Royce Jepang

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |