TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diperkirakan akan mengunjungi Gedung Putih pada Senin, 7 April 2025 untuk membahas tarif yang baru diumumkan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kabar itu disampaikan oleh tiga pejabat Israel pada Sabtu, 5 April 2025.
Dilansir dari Arab News, kunjungan dadakan itu pertama kali dilaporkan oleh Axios, yang mengatakan bahwa jika kunjungan itu benar-benar terjadi, pemimpin Israel itu akan menjadi pemimpin asing pertama yang bertemu langsung dengan Trump guna mencoba merundingkan kesepakatan penghapusan tarif.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Kantor Netanyahu belum mengonfirmasi kunjungan tersebut. Pertemuan itu kemungkinan juga akan mencakup diskusi tentang Iran dan perang Israel melawan kelompok pejuang Palestina Hamas di Gaza.
Undangan kejutan dari Trump datang melalui panggilan telepon kepada Netanyahu pada Kamis lalu. Adapun Netanyahu kini sedang berkunjung ke Hungaria.
Sebagai bagian dari kebijakan tarif baru yang diumumkan oleh Trump, ekspor barang Israel yang tidak ditentukan ke Amerika Serikat menghadapi tarif sebesar 17 persen. AS adalah sekutu terdekat dan mitra dagang terbesar Israel.
Seorang pejabat Kementerian Keuangan Israel mengatakan pada Kamis lalu bahwa pengumuman tarif terbaru Trump dapat berdampak pada ekspor mesin dan peralatan medis Israel.
Israel telah bergerak untuk membatalkan tarif yang tersisa atas impor AS pada Selasa. Kedua negara menandatangani perjanjian perdagangan bebas 40 tahun lalu dan sekitar 98 persen barang dari AS sekarang bebas pajak.
Presiden Donald Trump pada Rabu, 2 April 2025, mengumumkan akan memberlakukan tarif impor AS yang baru. Trump akan mengenakan tarif dasar 10 persen untuk impor, dengan pungutan timbal balik yang lebih berat untuk barang-barang dari beberapa negara, telah membuat para pemimpin dunia terguncang, Axios melaporkan.
Tarif resiprokal ini akan berdampak pada puluhan negara, termasuk beberapa mitra dagang terbesar AS. Impor dari Uni Eropa, Jepang, dan Korea Selatan akan dikenakan tarif 20 persen atau lebih tinggi.
Israel mengatakan pada awal minggu ini bahwa mereka akan menghapus semua bea impor yang tersisa untuk produk-produk AS, tetapi masih belum jelas apakah AS akan mempertimbangkannya.
Kedua negara memiliki perjanjian perdagangan bebas, tetapi masih ada beberapa bea masuk untuk produk-produk pertanian AS dan beberapa ekspor lainnya.