Prancis-Inggris Siapkan Rencana Pengamanan Selat Hormuz

11 hours ago 1

PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer akan menjadi tuan rumah konferensi melalui video pada Jumat, 17 April, untuk membahas pengamanan Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Menurut laporan Politico, kedua pemimpin negara itu akan mengepalai pembicaraan untuk membentuk misi multilateral. “Bertujuan membantu memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz ketika kondisi keamanan memungkinkan,” demikian disampaikan Istana Élysée, Selasa, 14 April.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Persiapan Prancis-Inggris

Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa negara-negara yang tidak terlibat konflik dan siap berkontribusi akan dilibatkan dalam misi tersebut. Namun, baik Prancis maupun Inggris belum merinci negara mana saja yang akan ikut serta.

“KTT Jumat bertujuan untuk mendorong upaya internasional yang telah kami bangun dalam beberapa pekan terakhir untuk memastikan kebebasan navigasi,” kata seorang juru bicara kantor perdana menteri Inggris.

Dilansir dari France 24, Starmer juga menyebut Inggris telah mengumpulkan lebih dari 40 negara dalam pembahasan awal. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan beberapa negara telah mengambil bagian dalam pekerjaan persiapan yang dipimpin khususnya oleh para kepala staf untuk menentukan kerangka misi tersebut. “Ini adalah soal koordinasi dengan negara-negara pesisir,” katanya menambahkan. 

Sebelumnya, pada awal Maret, Macron menyatakan Prancis dan sekutunya tengah menyiapkan misi defensif untuk membuka kembali jalur strategis tersebut. Namun, ia menegaskan tidak akan ada pengawalan kapal dalam situasi yang masih diwarnai pemboman.

Ketegangan AS-Iran

Inisiatif ini muncul di tengah meningkatnya tekanan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Iran. Setelah perundingan antara Teheran dan Washington gagal mencapai kesepakatan, Trump memerintahkan blokade terhadap kapal yang masuk dan keluar dari Selat Hormuz untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran agar membatasi program nuklirnya.

Langkah tersebut tidak mendapat dukungan dari Prancis dan Inggris, yang memberi sinyal ketidaksetujuan terhadap pendekatan tekanan sepihak tersebut. Macron juga menyatakan telah berbicara dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Trump pada awal pekan ini, menyusul kegagalan perundingan damai.

Ketegangan bermula dari serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari yang memicu konflik regional. Situasi ini membuat lalu lintas di Selat Hormuz nyaris terhenti dan mengganggu salah satu jalur utama pengiriman minyak dan gas dunia.

Iran dan Amerika Serikat sempat menyepakati penghentian sementara selama dua pekan. Namun, perundingan lanjutan yang berlangsung akhir pekan lalu di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan. Sebagai respons, Amerika Serikat melanjutkan tekanan dengan rencana blokade maritim.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |