Pramuka di Era AI dan Media Sosial, Gus Qowim Ingatkan Satu Hal Ini

4 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI — Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mendorong Gerakan Pramuka bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi dan karakter generasi muda. Pramuka tidak cukup hanya mempertahankan tradisi, tetapi dituntut mampu memanfaatkan ruang digital, menangkap peluang ekonomi kreatif hingga mengambil peran konkret dalam persoalan masyarakat tanpa meninggalkan Tri Satya dan Dasa Darma.

Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Kediri KH Qowimuddin Thoha mengatakan, setelah lebih dari enam dekade menjadi bagian pembentukan karakter generasi muda Indonesia, tantangan Pramuka kini adalah menjaga relevansinya di tengah perubahan zaman.

"Memasuki usia ke-65, Pramuka dituntut tetap relevan dengan perkembangan dunia anak muda saat ini," kata Qowimuddin di Kediri, Jumat.

Menurut Wakil Wali Kota Kediri yang akrab disapa Gus Qowim tersebut, perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi membawa dua sisi bagi generasi muda. Teknologi membuka akses terhadap pengetahuan dan berbagai peluang baru, tetapi pada saat yang sama menuntut kemampuan memilah informasi dan menggunakannya secara bertanggung jawab.

Karena itu, ia menginginkan anggota Pramuka tidak hanya menjadi konsumen informasi. Mereka harus memiliki kemampuan membaca perubahan, menangkap peluang, dan menggunakan perkembangan teknologi untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

"Saya ingin mengajak adik-adik semua untuk menjadi generasi Pramuka yang melek informasi, melek zaman, dan melek peluang," ujarnya.

Tantangan tersebut membuat kegiatan kepramukaan juga perlu berkembang. Gus Qowim mendorong metode dan aktivitas Pramuka disesuaikan dengan karakter generasi muda yang kehidupan sehari-harinya semakin dekat dengan teknologi digital.

Media sosial, misalnya, dapat digunakan untuk menghasilkan dan menyebarkan konten positif mengenai kepramukaan. Kegiatan Pramuka juga dapat dipertemukan dengan bidang yang dekat dengan minat anak muda, mulai dari ekonomi kreatif, teknologi, olahraga, seni hingga aktivitas sosial.

Adaptasi tersebut menjadi penting di tengah perubahan cara generasi muda belajar, berkomunikasi, dan membangun jejaring. Kegiatan kepramukaan dengan demikian tidak hanya menjadi ruang pendidikan karakter, tetapi juga dapat berkembang menjadi tempat anak muda mengasah kreativitas, kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, serta kecakapan menghadapi persoalan nyata.

sumber : Antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |