Polres Kuningan Selidiki Penyebab Kebakaran TPSA Ciniru, Ada Unsur Kesengajaan?

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN, – Kepolisian Resor (Polres) Kuningan, Jawa Barat, tengah menyelidiki penyebab pasti kebakaran Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPSA) Ciniru. Penyelidikan ini bertujuan untuk memastikan apakah terdapat unsur kesengajaan atau kelalaian dalam peristiwa yang menghanguskan lahan hampir lima hektare tersebut.

Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama menyatakan, proses penyelidikan akan dimulai secara bertahap setelah upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi dinyatakan selesai. Saat ini, kondisi di lapangan masih dalam proses menuju normal.

"Saat ini kita dalam tahap pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui apakah ada faktor kesengajaan maupun kelalaian," kata AKBP Bellen di Kuningan, Kamis.

Prioritas Pemadaman dan Pendinginan

AKBP Bellen menegaskan, prioritas utama saat ini adalah penanganan kebakaran oleh tim gabungan. Petugas dari TNI, kepolisian, dan pemerintah daerah masih fokus memadamkan titik api yang tersisa serta melakukan pendinginan di kawasan TPSA.

Ia memastikan, proses penyelidikan tidak akan mengganggu upaya pengendalian api yang masih menimbulkan kepulan asap. "Kita fokusnya sama-sama memadamkan, ini tanggung jawab kita bersama," ujarnya.

Pihaknya juga memastikan bahwa api telah ditangani dengan baik sehingga tidak menyebar lebih luas ke wilayah sekitar TPSA Ciniru.

Penanganan Titik Panas dan Pengerahan Alat

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu, menjelaskan bahwa tim gabungan masih melakukan pendinginan di beberapa sisi. Proses ini difokuskan pada sisi selatan, utara, dan timur TPSA untuk mengurangi titik panas serta kepulan asap.

"Titik api mulai berkurang, proses pendinginan sedang dilakukan," jelas Indra. Ia menambahkan, tim juga berhasil menangani api yang sempat merembet ke kebun bambu milik warga, sehingga kebakaran tidak meluas ke pemukiman.

Untuk memetakan titik panas secara akurat, BPBD Kabupaten Kuningan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Cirebon. Mereka akan menggunakan drone thermal guna memperoleh citra sebagai dasar menentukan strategi operasi pemadaman berikutnya.

Penanganan kebakaran ini didukung oleh berbagai armada, termasuk kendaraan pemadam, sejumlah tangki air, dua unit ekskavator, serta empat alat pemadam sprinkler tripod dari BPBD Provinsi Jawa Barat. Dapur umum dan layanan kesehatan juga disiagakan untuk mendukung para personel di lapangan.

"Adapun area yang terdampak kebakaran mencapai hampir lima hektare," ucap Indra.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |