Suasana sejumlah kendaraan memadati ruas jalur lalu lintas di kawasan Pasar Tumpah, Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jabar, Selasa (14/8). Pemudik yang menuju Garut sebaiknya mewaspadai kemacetan di sepanjang Jalan Raya Rancaekek yang diakibatkan pasar tumpah.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat (Jabar) telah melakukan pengecekan jalur mudik Lebaran tahun 2026 di wilayah Jabar. Mereka pun mengevaluasi keberadaan delman dan becak yang berpotensi memicu kemacetan di jalur mudik Lebaran.
Dirlantas Polda Jawa Barat Kombes Raydian Kokrosono mengatakan, keberadaan delman dan becak yang beroperasi di jalur mudik Lebaran 1447 Hijriah berpotensi memicu kemacetan. Ia melanjutkan di beberapa tempat lainnya potensi rawan macet berbeda-beda. "Salah satu potensi trouble spot (delman dan becak)," ucap dia, Jumat (20/1/2026).
Ia mengatakan, keberadaan delman dan becak sering memperlambat laju kendaraan pemudik. Pihaknya mendorong agar keberadaan delman dan becak dapat diakomodasi oleh pemerintah untuk diliburkan atau tidak beroperasi.
Raydian mengatakan, kecepatan delman maupun becak yang berbeda dengan kendaraan bermotor dapat menganggu arus lalu lintas. Ia melanjutkan, pihaknya telah mengecek seluruh jalur mudik untuk mengantisipasi kemacetan dan kecelakaan.
"Bersama bapak Kapolda, kami sudah mengecek beberapa jalur di Jawa Barat yang menjadi tumpuan jalur mudik, mulai dari arus pemudik dari Jakarta, Sumatera menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur, termasuk arus balik," kata dia.
Ia mengatakan, pihaknya mengecek Jalur Pantura, Tol Trans Jawa, hingga jalur arteri selatan di wilayah Priangan Timur. Terakhir, pengecekan dilakukan di jalur Pansela atau Pantai Selatan.
"Pada saat pengecekan kita mapping potensi kerawanan-kerawanan, trouble spot, dan black spot di area masing-masing," kata dia.
Ia berharap mitigasi yang dilakukan lebih awal dapat membuat pelaksanaan mudik Lebaran 1447 Hijriah berjalan lebih lancar.

1 week ago
2
















































