PRESIDEN Prabowo Subianto berseloroh dengan massa buruh yang memperingati Hari Buruh Internasional di kawasan Monumen Nasional, Jakarta. Di hadapan para serikat pekerja, Prabowo mengatakan bahwa dirinya lah Presiden Indonesia, bukan Teddy Indra Wijaya.
Momen itu terjadi saat awal pidato Prabowo di podium May Day 2026. Ia menyapa para pejabat yang hadir, mulai dari Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Sebagian orang yang hadir berteriak saat Prabowo akan menyebut nama Teddy. "Sekretaris Kabinet RI," kata Prabowo sebelum terpotong jeritan penonton.
Prabowo pun menghentikan pembacaan sambutannya dan melihat ke arah orang-orang yang berteriak. "Belum saya sebut nama, kalian sudah teriak. Yang teriak emak-emak semuanya itu," tuturnya.
Mantan menteri pertahanan ini pun berseloroh kepada penonton. "Eh, gue presidennya, bukan dia. Gue presidennya," kata Prabowo diikuti sorak sorai para hadirin.
Tahun ini, sejumlah serikat pekerja dan federasi buruh di berbagai daerah menggelar peringatan May Day pada Jumat, 1 Mei 2026. Peringatan Hari Buruh Internasional di Jakarta terbelah di dua titik lokasi yaitu di area Monas, Jakarta Pusat dan depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta Pusat.
Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia bersama Partai Buruh melakukan May Day di Monas. Namun bukan aksi penyampaian tuntutan, May Day di Monas dilakukan dalam bentuk perayaan dengan menghadirkan Presiden Prabowo Subianto.
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengatakan kepala negara bakal memberi kejutan bagi para serikat pekerja dalam perayaan May Day 2026. Menurut dia, kejutan itu akan disampaikan langsung oleh Prabowo saat hadir di atas panggung perayaan.
“Ada kaitannya dengan ojek online, ratifikasi ILO, dan kebijakan kesejahteraan buruh,” kata Andi dalam konferensi pers di The Grand Mansion, Menteng, Jakarta pada Rabu, 29 April 2026.
Presiden Prabowo, ujar dia, juga akan memberikan hadiah bagi para buruh berupa kaus dan payung di perayaan May Day 2026. Menurut Andi, kaus itu didesain langsung oleh Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.
Sejumlah organisasi serikat pekerja memilih tidak bergabung dalam perayaan May Day 2026 di Monas bersama penguasa. Mereka yang menolak itu tergabung dalam Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat atau Gebrak.
Aliansi ini terdiri dari Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI), Federasi Serikat Buruh Makanan dan Minuman (FSBMM), serta organisasi dari berbagai unsur elemen masyarakat. Mereka bakal berdemonstrasi menyampaikan tuntutan di depan gedung DPR, Jakarta saat peringatan Hari Buruh pada Jumat siang,1 Mei 2026.
Ketua Konfederasi KASBI Sunarno mengatakan akan ada sekitar 10 ribu orang yang berunjuk rasa di depan gedung Parlemen. “Kami mengusung tema May Day bersama Rakyat,” kata dia ketika dihubungi pada Kamis, 30 April 2026.
Sunarno mengatakan aksi yang digelar kelompoknya berbeda dengan yang diselenggarakan oleh KSPSI di Monas. Dia menyatakan peringatan Hari Buruh di depan gedung DPR sebagai aksi yang mandiri dan independen.
“Perayaan May Day yang diselenggarakan di Monas menurut kami syarat dengan narasi mainstream dan kooptasi kekuasaan,” ucapnya.















































