Pemprov Sumut Ambil Alih Perbaikan Total 167 Rumah Rusak Akibat Puting Beliung di Medan

4 hours ago 2

Pemprov Sumut perbaiki rumah yang rusak akibat puting beliung di Medan.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN, – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara memastikan akan memperbaiki seluruh rumah warga yang rusak akibat terjangan angin puting beliung di Kota Medan. Keputusan ini diambil setelah Gubernur Sumut Bobby Nasution meninjau langsung lokasi bencana dan menemukan skema bantuan sebelumnya tidak efektif.

"Bantuan ini diberikan agar warga tak lagi terbebani biaya tambahan untuk memperbaiki rumah mereka," tegas Bobby Nasution di Kelurahan Suka Maju, Kota Medan, Jumat (21/8).

Gubernur menekankan bahwa bantuan bagi korban bencana tidak boleh hanya berupa sebagian material bangunan. Menurutnya, skema bantuan parsial justru akan semakin membebani warga untuk menutupi kekurangan biaya perbaikan.

"Kalau bantuan musibah harus selesai. Jangan warga sudah kena musibah, tapi masih harus beli lagi kekurangannya. Yang rusak kita bangun, yang hancur kita bangun baru," ujar Bobby dengan tegas.

167 Unit Rumah Terdampak

Cuaca ekstrem disertai angin puting beliung menerjang dua kelurahan di Kecamatan Medan Johor, yakni Suka Maju dan Titi Kuning, pada Selasa (18/8) malam. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara, total sebanyak 167 unit rumah di dua kelurahan tersebut terdampak bencana.

Bobby menilai, skema bantuan yang hanya menyediakan sebagian kebutuhan material tidak efektif karena mayoritas korban berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Ia pun menemukan sejumlah warga yang sebelumnya menerima bantuan material bangunan, namun jumlahnya belum mencukupi kebutuhan perbaikan rumah mereka.

Atas kondisi ini, Pemprov Sumut memutuskan mengambil alih penanganan dan memastikan rumah-rumah yang mengalami kerusakan berat maupun kehilangan atap diperbaiki secara tuntas.

Evaluasi Penyaluran Bantuan

Bobby juga meminta kepada seluruh jajaran pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota se-Sumatera Utara agar menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi penyaluran bantuan kebencanaan ke depan. Ia menegaskan bahwa bantuan bagi korban bencana berbeda dengan bantuan stimulan reguler yang hanya bertujuan membantu sebagian kebutuhan masyarakat.

"Kalau bantuan reguler bisa sifatnya stimulan. Tapi kalau bantuan musibah, harus bisa selesai semuanya," tutup Bobby Nasution.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |