Pemda DIY Perpanjang Bantuan Living Cost untuk 1.296 Mahasiswa Terdampak Bencana

2 hours ago 2

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Sri Darmadi Sudibyo saat menyampaikan soal perpanjangan living cost bagi mahasiswa terdampak bencana.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Daerah DIY memastikan perpanjangan bantuan biaya hidup atau living cost bagi 1.296 mahasiswa perantau yang terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kepastian perpanjangan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai bentuk komitmen menjaga keberlanjutan pendidikan mahasiswa di tengah proses pemulihan ekonomi keluarga mereka.

Sri Sultan menyampaikan perpanjangan bantuan akan dilakukan melalui skema estafet pendanaan antara sektor perbankan dan Pemda DIY. Pada tahap awal, sektor perbankan menyalurkan tambahan dana sebesar Rp500 juta untuk mencukupi kebutuhan biaya hidup mahasiswa selama sekitar 1,5 bulan. Setelah itu, bantuan akan dilanjutkan menggunakan anggaran Pemda DIY selama enam bulan.

"(Perpanjangan bantuan living cost ini -Red) supaya dia bisa tetap fokus ya. Dia datang ke sini kan untuk sekolah dan jangan dia sampai putus sekolah. Prinsipnya itu, jangan sampai ada dari 1.296 mahasiswa tersebut yang DO karena orang tuanya tidak mampu mengirim lagi dan menyebabkan putus sekolah. Jangan sampai," kata Sultan di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Selasa (13/1/2026).

Sultan juga menjelaskan, bantuan lanjutan dari Pemda DIY akan diberikan selama enam bulan ke depan dengan harapan kondisi ekonomi keluarga mahasiswa di daerah terdampak bencana mulai membaik sehingga orang tua dapat kembali menopang kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.

"Selama enam bulan. Dalam waktu enam bulan tersebut orang tua sudah bisa membantu kembali. Yang terpenting, mahasiswa menerima living cost untuk mengurangi beban orang tua," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menyampaikan dukungan sektor perbankan merupakan kelanjutan dari mekanisme bantuan yang sebelumnya telah berjalan. Penyaluran bantuan tetap dilakukan melalui Bank BPD DIY.

Setiap mahasiswa yang terdata menerima bantuan Rp300 ribu per bulan yang disalurkan melalui kelompok-kelompok mahasiswa di bawah pengelolaan Bank BPD DIY. Sinergi ini mempertegas posisi Yogyakarta yang tidak hanya sekadar tempat menuntut ilmu, tetapi juga ekosistem yang melindungi hak pendidikan para pelajarnya di masa sulit.

"Nanti disalurkan dari BPD lagi seperti sebelumnya," ungkapnya.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |