Pangeran Harry dan Meghan Markle Kembali ke Inggris, Trump Ngaku Senang

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku senang mengetahui Pangeran Harry dan Meghan Markle kembali ke Inggris. Namun, Trump menegaskan dirinya tetap bukan penggemar pasangan Duke dan Duchess of Sussex tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di Oval Office pada Rabu (2/9/2026), ketika ditanya mengenai keputusan Harry dan Meghan pindah dari California ke Inggris bersama keluarga mereka untuk tinggal dalam jangka waktu yang panjang.

"Saya senang dengan hal itu. Saya bukan penggemar mereka," kata Trump dilansir laman People, Kamis (3/9/2026).

Trump kemudian menjelaskan bahwa dia memiliki hubungan yang baik dengan keluarga kerajaan Inggris. la mengaku memiliki hubungan yang sangat baik dengan mendiang Ratu Elizabeth II dan telah mengenal Raja Charles III selama bertahun-tahun.

"Saya sudah mengenalnya sejak lama. Dia orang yang hebat, hebat sekali," kata Trump mengenai Raja Charles.

Namun, Trump tetap melontarkan kritik terhadap Harry dan Meghan. la menilai pasangan tersebut telah memperlakukan keluarga kerajaan dengan sangat tidak hormat.

"Saya pikir mereka memperlakukan keluarga kerajaan dengan sangat tidak hormat. Saya tidak suka cara mereka bersikap. Menurut saya, dia sangat tidak hormat kepada Ratu dan Raja Charles," kata Trump.

Trump bahkan mengatakan dirinya tidak akan menerima Harry dan Meghan kembali jika berada di posisi keluarga kerajaan. "Sejujurnya, kalau saya adalah keluarga kerajaan, saya tidak akan menerima mereka kembali," kata dia.

Ini bukan kali pertama Trump secara terbuka menyatakan ketidaksukaannya terhadap pasangan Sussex tersebut, khususnya Meghan. la sempat menjadi sorotan pada tahun 2019 karena menyebut Meghan jahat, meskipun belakangan ia membantah pernah melontarkan komentar tersebut.

Selama kampanye pemilihan presiden Trump tahun 2016, Meggan yang saat itu membintangi serial "Suits" menyebut Trump sebagai sosok yang misoginis dan memecah belah dalam sebuah wawancara, Bertahun-tahun kemudian, dalam wawancara dengan The Sun. Trump menanggapi komentar Meghan tersebut.

"Saya tidak tahu soal itu. Tidak, saya tidak tahu kalau dia itu jahat," kata Trump.

Trump juga pernah membahas hubungan Harry dengan keluarga kerajaan, termasuk perseteruan sang pangeran dengan kakaknya, Pangeran William. Hal itu terjadi ketika penulis biografi kerajaan Robert Hardman bertemu Trump secara pribadi pada April, bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Raja Charles dan Ratu Camilla ke Amerika Serikat.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |