REPUBLIKA.CO.ID, CARACAS – Pemimpin sementara Venezuela Delcy Rodríguez mengatakan operasi AS yang menculik Nicolás Maduro dan menyerang situs militer di seluruh negeri memiliki “nuansa Zionis.” Kepemimpinan sementara Venezuela menuduh Washington melakukan operasi terhadap Nicolas Maduro yang menurut mereka didorong oleh motif ideologis yang terkait dengan Zionisme.
Dalam pidato yang disiarkan secara nasional di televisi pada hari Sabtu, pemimpin sementara Delcy Rodríguez mengutuk tindakan AS. “Pemerintah di seluruh dunia terkejut bahwa Republik Bolivarian Venezuela telah menjadi korban dan sasaran serangan semacam ini, yang tidak diragukan lagi bernuansa Zionis,” ujarnya dalam pidato itu dilansir the Palestine Chronicles.
Dia lebih lanjut memperingatkan mereka yang berada di balik operasi tersebut: “Para ekstremis yang mendorong agresi bersenjata terhadap negara kita – sejarah dan keadilan akan membuat mereka menanggung akibatnya.”
Komentarnya muncul beberapa jam setelah pasukan khusus AS menahan presiden terguling Venezuela, Nicolás Maduro, di ibu kota Caracas, sementara jet tempur Amerika secara bersamaan mengebom instalasi dan pangkalan militer utama di seluruh negeri pada Sabtu dini hari.
Rodríguez, sekutu dekat Maduro yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden, kemudian ditunjuk sebagai kepala negara sementara berdasarkan keputusan Mahkamah Agung Venezuela.
Maduro telah menggunakan bahasa serupa dalam beberapa bulan terakhir. Pada bulan November, ia menuduh aktor-aktor yang tidak disebutkan namanya berusaha untuk menyerahkan Venezuela kepada kekuatan musuh.
"Ada orang-orang yang ingin menyerahkan negara ini kepada setan – Anda tahu siapa, bukan? Zionis sayap kanan ingin menyerahkan negara ini kepada setan," dalam pidatonya di Komite Basis Integral Bolivarian.
Sementara kandidat oposisi yang sebelumnya didukung AS dan Eropa untuk memimpin Venezuala, María Corina Machado, diketahui memiliki kedekatan dengan Israel. Dilansir dari laman Venezuelan Voices, pada tahun 2020 Partai Vente Venezuela menandatangani perjanjian kerja sama dengan Likud. Kedua belah pihak sepakat untuk berkolaborasi dalam isu-isu politik, ideologis, dan sosial serta strategi, geopolitik, dan keamanan.
Dilansir dari The Week, ada rumor bahwa pada 2018 Machado bersurat kepada Netanyahu. Isinya memuat permintaan tokoh Vente itu tentang kemungkinan penggunaan "kekuasaan", kemungkinan termasuk intervensi militer, dalam melawan pemerintahan Venezuela yang dikepalai Maduro. Machado menyebut keterkaitan antara rezim Maduro dan Iran serta kelompok-kelompok ekstremis sebagai alasan perlunya intervensi demikian.
Secara terbuka, Machado juga menegaskan dukungannya terhadap eksistensi Israel. Dalam sebuah unggahan di akun media sosial pribadinya pada 2019, ia menulis: "Perjuangan Venezuela adalah perjuangan Israel." Ia pun menautkan tweet itu dengan akun Netanyahu.

21 hours ago
4















































