IHSG Berisiko Tertekan Imbas Konflik di Timur Tengah

4 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak terbatas imbas kondisi di Timur Tengah. Analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana mengingatkan risiko tertekannya IHSG dalam perdagangan pekan depan.

Menurut Hendra, memanasnya konflik antara Iran, Amerika Serikat (AS) dan Israel bukan hanya sekadar isu politik, namun sudah masuk ke ranah risiko ekonomi di tingkat global.

"Pasar langsung merespons dengan pola risk-off. Investor global cenderung keluar dari aset berisiko dan mencari perlindungan di aset safe haven," ujar Hendra kepada Antara di Jakarta, Ahad (1/3/2026).

Apabila eskalasi konflik mengganggu arus kapal tanker di kawasan selat Hormuz, menurut Hendra, dapat menyebabkan harga minyak global melonjak lebih tinggi karena pasar akan menghitung ulang risiko pasokan.

"Dampaknya bisa menjalar ke inflasi global, nilai tukar, hingga kebijakan suku bunga di berbagai negara," ujar Hendra.

Sementara itu, bagi pasar modal Indonesia, Ia menjelaskan tekanan bisa datang dari dua sisi, diantaranya pertama, potensi capital outflow (arus dana modal) karena investor asing mengurangi eksposur di emerging market. Kemudian, kedua, risiko inflasi impor akibat lonjakan harga energi di tingkat global.

Apabila harga minyak bertahan di level tinggi, Ia mengatakan hal tersebut dapat menyebabkan beban biaya produksi meningkat dan margin perusahaan tercatat (emiten) dapat tertekan.

"Dalam kondisi seperti ini, IHSG berpotensi bergerak melemah dan menguji support klasik di level 8.133. Jika level tersebut jebol, area psikologis 8.000 menjadi support berikutnya. Sementara resistance terdekat berada di 8.300," ujar Hendra.

Namun demikian, menurutnya, tidak semua sektor akan terdampak negatif. Bagi investor ritel, Hendra merekomendasikan bahwa sikap terbaik adalah disiplin dan selektif.

"Apabila memiliki profil agresif, momentum di sektor komoditas bisa dimanfaatkan dengan manajemen risiko yang ketat," ujar Hendra.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |