Netanyahu Batalkan Rencana Kunjungan ke Washington

1 hour ago 1

PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu membatalkan rencana perjalanannya ke ibu kota Amerika Serikat, Washington DC., pada pekan depan, demikian disampaikan kantornya pada Kamis 16 Juli 2026 seperti dilansir Anadolu.

Dalam sebuah pernyataan, kantor tersebut menyebutkan bahwa pemakaman Senator AS Lindsey Graham "tampaknya telah ditunda hingga akhir bulan." "Akibatnya, perdana menteri tidak akan bepergian ke Amerika Serikat pekan depan," tambah pernyataan itu.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Lembaga penyiaran publik Israel, KAN, melaporkan pada Rabu bahwa Netanyahu dijadwalkan berangkat ke Washington pada Sabtu 18 Juli. Ia dilaporkan akan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump pada Senin 20 Juli, dan menghadiri pemakaman Graham pada Selasa 21 Juli.

Belakangan pada Rabu 15 Juli, media berita AS Axios, yang mengutip seorang pejabat senior Gedung Putih, melaporkan bahwa tidak ada pertemuan antara Trump dan Netanyahu dalam jadwal presiden untuk pekan depan.

Pembatalan ini terjadi di tengah eratnya hubungan AS-Israel, yang belakangan ini sempat menegang akibat perbedaan pandangan mengenai kebijakan regional. Trump telah mendesak penarikan pasukan Israel dari Lebanon dan Suriah, sementara Netanyahu menentang langkah tersebut.

Trump Kembali Marah ke Netanyahu

Trump dilaporkan kembali murka terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang dianggap meremehkan dan berupaya mengendalikannya, demikian dilaporkan Axios pada Kamis 16 Juli 2026, seperti dikutip Raw Story.

Perselisihan antara keduanya—yang selama bertahun-tahun merupakan sekutu erat sebagai pemimpin koalisi sayap kanan di negara masing-masing—melibatkan sejumlah insiden belakangan ini.

Salah satunya, menurut laporan tersebut, adalah keterkejutan para staf Gedung Putih saat membaca berita di media Israel beberapa hari lalu yang menyebutkan bahwa Presiden Trump akan menerima kunjungan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Senin 20 Juli. Padahal, tidak ada pertemuan yang dijadwalkan antara kedua pemimpin.

"Saat itu Trump memang mengatakan bahwa Netanyahu bisa berkunjung segera setelah presiden kembali dari KTT NATO di Ankara, tetapi rencana tersebut tidak terealisasi,” kata seorang sumber internal mengungkapkan kepada Axios.

"Kesan kami adalah Bibi (panggilan akrab Netanyahu;red) berusaha memaksakan agar pertemuan itu terjadi."

Ini bukan satu-satunya masalah yang memperlebar keretakan hubungan antara Trump dan Netanyahu.

Menurut laporan tersebut, kemarahan Trump sudah terjadi setelah Netanyahu tampil di Fox News—tepat sebelum Trump bertolak ke Ankara. Dalam wawancara itu, Netanyahu mengkritik niat Presiden Trump untuk menjual jet tempur F-35 ke Turki.

Salah satu pejabat Gedung Putih mengatakan kepada Axios bahwa Trump 'sangat marah' akibat wawancara tersebut."

Hubungan antara Trump dan pemimpin Israel itu sebenarnya sudah memburuk selama berbulan-bulan sebelumnya.

Hal ini dipicu oleh rasa frustrasi Trump atas tidak adanya penyelesaian tuntas terkait invasi ke Gaza yang dimulai pada Oktober 2023 dan memicu genosida Israel yang menewaskan sedikitnya 73.000 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak.

Beberapa pekan lalu, Trump dilaporkan membentak Netanyahu dalam sebuah percakapan telepon yang diwarnai kata-kata kasar, seraya mengatakan kepadanya, "semua orang membencimu."

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |