Monsun Australia dan El Nino Kuat Hambat Pertumbuhan Awan di Sulawesi Utara

1 hour ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO, – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado mengungkapkan bahwa Monsun Australia yang aktif serta fenomena El Nino dengan intensitas kuat berpengaruh signifikan terhadap penurunan pertumbuhan awan dan curah hujan di wilayah Sulawesi Utara (Sulut). Kondisi ini menyebabkan cuaca cerah hingga hujan ringan mendominasi hampir seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut.

Koordinator Bidang Operasional BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Karina Husna, menjelaskan bahwa El Nino kuat dan IOD (Indian Ocean Dipole) positif menciptakan kondisi tekanan udara yang tinggi. "El Nino dengan intensitas kuat dan IOD positif berpengaruh terhadap terhambatnya pertumbuhan awan akibat kondisi tekanan udara yang tinggi, yang turut meningkatkan kecepatan angin di wilayah Sulut," ujar Karina di Manado, Minggu.

Selain faktor global tersebut, keberadaan bibit siklon tropis 97W di wilayah Samudra Pasifik utara Papua turut mendukung peningkatan kecepatan angin di Sulawesi Utara. Meskipun demikian, BMKG tetap mengeluarkan peringatan dini yang berlaku hingga 30 Agustus 2026, meminta warga mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.

Wilayah Terdampak dan Potensi Kebakaran

BMKG memperkirakan kondisi cuaca cerah hingga hujan ringan akan melanda sejumlah daerah. Wilayah tersebut mencakup Kota Tomohon, Manado, Bitung, Kotamobagu, serta Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, dan Minahasa Tenggara. Kondisi serupa juga diprediksi terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Selatan, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.

Musim kemarau yang melanda provinsi berpenduduk lebih dari 2,74 juta jiwa ini telah menimbulkan dampak serius. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan terjadi di beberapa titik, antara lain di Kota Manado, Kabupaten Minahasa Selatan, dan Kabupaten Minahasa Tenggara. Salah satu insiden terparah terjadi di kawasan hutan lindung Gunung Soputan, Kabupaten Minahasa Tenggara, di mana sekitar seribu hektare kawasan hangus terbakar akibat kemarau yang disertai angin kencang.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |