Nelayan memilah ikan di antara sampah yang memenuhi jaring pukat di Pantai Purus, Padang, Sumatera Barat, Ahad (23/8/2026). Akibat cuaca buruk dan tidak dapat melaut, nelayan menjalankan tradisi Maelo Pukek dengan menarik pukat dari pantai. Namun selain ikan, tumpukan sampah laut juga ikut terjaring. (FOTO : ANTARA FOTO/Fitra Yogi)
Sejumlah nelayan menarik jaring pukat yang dipenuhi sampah plastik di Pantai Purus. Jaring sebelumnya ditebar ke laut menggunakan perahu sebelum ditarik secara bersama-sama dari bibir pantai. (FOTO : ANTARA FOTO/Fitra Yogi)
Sampah plastik mendominasi hasil tangkapan jaring nelayan dalam tradisi Maelo Pukek di Pantai Purus. Kondisi tersebut menunjukkan banyaknya sampah yang berada di perairan pesisir Padang. (FOTO : ANTARA FOTO/Fitra Yogi)
Nelayan menarik jaring yang dipenuhi sampah plastik di Pantai Purus. Kondisi tersebut menjadi gambaran nyata pencemaran laut yang berdampak langsung pada aktivitas nelayan dan hasil tangkapan mereka. Kementerian Lingkungan Hidup menyebut sampah plastik dan mikroplastik mengancam ekosistem laut serta sektor perikanan dan kesehatan masyarakat. (FOTO : ANTARA FOTO/Fitra Yogi)
REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Nelayan memilah ikan di antara sampah yang memenuhi jaring pukat mereka di Pantai Purus, Padang, Sumatera Barat, Ahad (23/8/2026).
Cuaca buruk membuat nelayan setempat tidak dapat melaut seperti biasa. Mereka kemudian menjalankan tradisi Maelo Pukek, yakni menarik jaring pukat dari pantai setelah sebelumnya ditebar ke laut menggunakan perahu. Namun, hasil yang didapat kali ini justru didominasi sampah plastik.
sumber : Antara Foto

5 hours ago
6














































