REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapten timnas Argentina Lionel Messi mengakui Albiceleste masih memiliki banyak kelemahan yang harus segera dibenahi meski berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Pernyataan itu disampaikan usai Argentina meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Tanjung Verde melalui babak perpanjangan waktu, Sabtu (4/7/2026) pagi WIB.
"Hari ini kami mengerahkan upaya besar, seperti biasa. Ada saat kami bermain baik dan ada saat kami bermain buruk, seperti yang selalu kami katakan," ujar Messi dilansir ESPN.
"Yang terpenting sekarang adalah beristirahat, memikirkan pertandingan berikutnya, mengambil hal-hal positif dari laga ini, sekaligus memperbaiki kesalahan-kesalahan yang menurut saya cukup banyak terjadi hari ini."
Messi membuka keunggulan Argentina melalui gol indah pada babak pertama. Namun Cape Verde mampu bangkit dan memaksa pertandingan berlanjut hingga babak tambahan waktu. Argentina sempat kembali unggul sebelum Cape Verde menyamakan kedudukan lewat gol spektakuler Sidny Lopes Cabral yang disebut-sebut sebagai salah satu gol terbaik sepanjang turnamen.
Kemenangan Argentina akhirnya ditentukan oleh gol bunuh diri Diney Borges. Bek Tanjung Verde itu salah mengantisipasi sundulan Cristian Romero sehingga bola justru masuk ke gawang sendiri. Skor 3-2 bertahan hingga pertandingan usai dan membawa Argentina melaju ke babak 16 besar untuk keenam kalinya secara beruntun di ajang Piala Dunia.
Tanjung Verde sendiri tetap mencatat sejarah. Negara dengan populasi sekitar 525 ribu jiwa itu menjadi negara dengan jumlah penduduk paling sedikit yang berhasil mencapai fase gugur Piala Dunia.
Messi pun memberikan penghormatan kepada tim yang kini menempati peringkat ke-67 FIFA tersebut.
"Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit. Mereka tidak kalah dari Spanyol dan Uruguay karena suatu alasan. Kami melakukan bagian tersulit dengan mencetak gol lebih dulu," kata Messi.
"Kami mengira setelah itu permainan akan menjadi lebih mudah, tetapi justru sebaliknya. Kami kehilangan bola, terlalu banyak bertahan, tidak mampu melakukan tekanan dengan baik, dan mereka menyerang dengan kekuatan yang mereka miliki."
Menurut peraih delapan penghargaan Ballon d'Or tersebut, ketatnya persaingan menjadi bukti kualitas Piala Dunia 2026.

3 hours ago
2















































