Menlu Hakan Fidan: Israel Siap Jadikan Turki 'Musuh Baru'

2 hours ago 1

MENTERI Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan Israel mungkin akan menggeser fokus strategisnya dengan membidik Turki sebagai saingan regional berikutnya setelah Iran.

“Israel tidak bisa hidup tanpa musuh dan pemerintahnya kini mencoba menggambarkan Turki sebagai salah satunya, kata Hakan Fidan dalam wawancara televisi dengan kantor berita Anadolu pada Senin seperti dilansir TRT World.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Setelah Iran, Israel tidak bisa hidup tanpa musuh,” kata Fidan.

“Kami melihat bahwa bukan hanya pemerintahan Netanyahu, tetapi juga beberapa tokoh oposisi—meskipun tidak semuanya—berupaya menyatakan Turki sebagai musuh baru,” katanya.

“Ini adalah perkembangan baru di Israel... yang berubah menjadi strategi negara,” ia menambahkan.

Pernyataan Fidan muncul setelah runtuhnya perundingan perdamaian Iran-AS dan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Israel terkait stabilitas regional.

Ankara sejauh ini tetap berada di luar konflik AS-Israel di Iran, tetapi Tel Aviv menuduhnya mempertahankan hubungan dekat dengan rezim Iran serta proksi regionalnya, Hizbullah di Lebanon dan Hamas di Palestina.

Ketegangan antara Turki dan Israel terus meningkat sejak genosida terhadap rakyat Palestina di Gaza terjadi pada Oktober 2023.

Perselisihan memasuki fase baru pada akhir pekan setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan memperingatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tentang “kemungkinan provokasi dan sabotase” yang dapat membahayakan kesepakatan gencatan senjata awal dalam perang AS-Israel melawan Iran.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah pada Sabtu bahwa Israel akan terus menghadapi Teheran dan sekutu regionalnya.

Pada 2 Maret, mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett menuduh Turki menciptakan "poros permusuhan" dan menyerukan "tindakan" terhadap Ankara.

Keesokan harinya, pemimpin Turki Recep Tayyip Erdoan menuduh AS dan Israel melakukan destabilisasi regional. "Dunia kita dengan cepat tergelincir ke dalam periode kacau di mana kekerasan brutal digunakan dan hukum kekuasaan berlaku."

Aliansi Israel di Mediterania Timur

Fidan seperti dilansir Euractiv juga sangat prihatin dengan meningkatnya kerja sama di Mediterania Timur antara Israel, Yunani, dan Siprus.

Ketiga negara tersebut telah meningkatkan kerja sama di bidang energi dan pertahanan regional. Yunani baru-baru ini menandatangani kesepakatan senilai €3 miliar dengan Israel untuk mengakuisisi sistem rudal PULS, komponen inti dari jaringan pertahanan udara yang direncanakan, yang dijuluki "Perisai Achilles".

Fidan mengatakan bahwa ketiganya tampaknya bertujuan untuk "mengepung Turki, atau menciptakan kesan seperti itu", menambahkan bahwa masalah ini tetap "sangat berada dalam pantauan kami". Ia juga mengklaim bahwa upaya untuk melibatkan negara-negara tetangga lainnya telah diblokir oleh Ankara.

Menteri Luar Negeri Turki mengatakan Athena dan Nicosia tidak membutuhkan aliansi militer dengan Israel.

“Yunani sudah menjadi anggota NATO, dan pihak Siprus Yunani mendapat dukungan Uni Eropa. Logika strategis apa yang dilayani oleh kerja sama atau aliansi militer semacam itu adalah sesuatu yang belum dapat mereka jelaskan kepada saya,” katanya merujuk pada aliansi dengan Israel.

Menurut Fidan, kemungkinan itu adalah “pemaksaan yang dikenakan pada pemerintah atas perintah pihak lain.” Ia menambahkan telah memperingatkan Yunani bahwa kerja samanya dengan Israel sama dengan kebijakan “berisiko” yang dapat menyeretnya ke dalam konflik yang lebih luas.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |