Menhan AS Pete Hegseth dan Kontroversi Tato 'Kafir'

23 hours ago 3

BARU saja membuat kontroversi dengan percakapan Signal yang bocor tentang serangan AS atas Houthi Yaman, nama Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth kembali menjadi bahan pembicaraan.

Ia dikecam karena sebuah tato yang membuat komunitas Muslim terkejut. Tato yang diduga baru dibuat pada November 2024 lalu ditulis dalam bahasa Arab yang berbunyi "kafir." Istilah kafir diterjemahkan sebagai tidak percaya pada Tuhan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

The New Arab melaporkan bahwa gambar yang beredar daring menunjukkan Hegseth memiliki tato tersebut. Tato itu terletak di bisep bagian dalam lengan kanannya, memicu reaksi marah di dunia maya dan memunculkan pertanyaan atas alasan di balik tato tersebut.

Banyak Muslim memandang tato tersebut sebagai penghinaan, dan para kritikus mengatakan bahwa tato tersebut melambangkan pernyataan permusuhan terbuka terhadap Islam. Sebagai pemimpin militer dari sebuah negara adidaya, tatonya tersebut menimbulkan pertanyaan tentang pandangannya, kepemimpinannya, dan penilaiannya.

Mengapa Tato Kafir Pete Hegseth Dikecam?

Beberapa orang di media sosial mengkritik Hegseth karena membuat tato yang dapat dianggap menyinggung umat Islam, terutama karena militer AS berusaha untuk mewakili berbagai macam agama. Menurut The Guardian, diperkirakan lebih dari 5.000 hingga 6.000 anggota militer AS mempraktikkan Islam.

Aktivis pro-Palestina terkemuka Nerdeen Kiswani tidak segan-segan melontarkan kritiknya: “Hegseth baru saja membuat tato kafir di bawah tato Deus Vult-nya-sebuah slogan Tentara Salib. Ini bukan sekadar pilihan pribadi; ini adalah simbol yang jelas dari Islamofobia dari orang yang mengawasi perang AS," kata Kiswani, seperti dikutip The Economic Times.

Menurut Kiswani, kata 'Kafir' telah dijadikan senjata oleh kaum Islamofobia sayap kanan untuk mengejek dan menjelek-jelekkan Muslim. “Ini tentang bagaimana keyakinan-keyakinan ini diterjemahkan ke dalam kebijakan - bagaimana mereka membentuk keputusan militer, program pengawasan, dan intervensi asing yang menargetkan negara-negara Muslim," ujarnya.

Seorang jurnalis Inggris, Tam Hussein, berpendapat, “Bagi dunia Muslim, tato tersebut akan dilihat sebagai pernyataan terbuka permusuhan Hegseth terhadap mereka.”

Kata "kafir" memiliki beban sejarah yang berat. Meskipun secara harfiah berarti "kafir", kata ini sering digunakan sebagai penghinaan untuk merendahkan non-Muslim. Dalam konteks seorang pejabat tinggi AS yang mengawasi perang di negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, tato tersebut memiliki makna yang lebih provokatif.

Pernyataan-pernyataan ini menggarisbawahi implikasi yang lebih dalam dari tato Hegseth-yang menunjukkan bahwa seni tubuhnya mungkin secara tidak sengaja mencerminkan pendekatan AS yang lebih luas terhadap kebijakan luar negeri di Timur Tengah.

Apa Kata Pendukungnya?

Namun, para pendukungnya mengatakan hal yang berbeda. Mereka berpendapat bahwa tato tersebut adalah simbol pembangkangan - yang dimaksudkan untuk mewakili sikap tegas terhadap terorisme, bukan Islam. Seorang pengguna, @BrotherRasheed, membela Hegseth di X (sebelumnya Twitter):

"Biasanya terlihat pada stiker, bagian belakang truk, T-shirt, dan mug. Secara pribadi, saya memakainya di topi, mug, dan bahkan di pintu kantor saya. Ini adalah simbol perlawanan terhadap teroris Islam, bukan terhadap Islam."

Tato serupa juga dimiliki seorang mantan pemimpin kelompok sayap kanan Proud Boys, Joe Biggs. Menurut direktur eksekutif nasional Dewan Hubungan Amerika-Israel (Cair) Nihad Awad, menato kata kafir dalam bahasa Arab - yang merujuk pada seseorang yang dengan sengaja menyangkal atau menyembunyikan kebenaran-kebenaran ilahi yang mendasar - di tubuhnya adalah sebuah tampilan permusuhan anti-Muslim dan rasa tidak aman secara pribadi.

Hegseth, seorang veteran yang pernah bertugas di Afghanistan dan Irak, telah berulang kali menekankan fokusnya untuk memberantas ancaman teroris. Bagi para pendukungnya, tato ini selaras dengan misi tersebut. Namun bagi para pengkritiknya, simbolisme tersebut lebih dari sekadar ekstremisme, melainkan menggambarkan permusuhan terhadap Muslim secara keseluruhan.

Selain Kafir, Tato Kontroversial Apa Lagi yang Dimiliki Hegseth?

Pete Hegseth memiliki lebih dari selusin rajah di tubuhnya. Tato Hegseth, yang berjumlah lebih dari selusin, terbaca seperti peta jalan keyakinannya-memadukan simbolisme Kristen, semangat patriotik, dan kebanggaan militer.

Ini bukan kali pertama tatonya menimbulkan masalah baginya. Pada pelantikan Biden ia mengajukan diri sebagai anggota Garda National, tetapi ditolak karena memiliki "tato Kristen". Tato yang dimaksud, seperti yang dilaporkan Washington Post sebelumnya, bertuliskan kalimat, "Deus Vult" atau "Tuhan menghendakinya," sebuah seruan perang Kristen yang berasal dari Perang Salib Pertama pada Abad Pertengahan.

Bagi para pengkritik, tato Hegseth lebih dari sekadar ekspresi pribadi—ini adalah pernyataan yang menggemakan konflik agama selama berabad-abad.

Tato tersebut juga menjadi populer di kalangan kelompok ekstremis yang menyerbu Gedung Kongres pada 6 Januari, termasuk Proud Boys dan Three Percenters, Post melaporkan. Di AS, salib, bersama dengan "Deus vult," telah dikaitkan dengan beberapa gerakan nasionalis Kristen, gerakan sayap kanan, dan neo-Nazi.

Menteri pertahanan ini sebelumnya pernah memamerkan tato di dadanya yang bergambar Salib Yerusalem. Tato ini menunjukkan ketertarikannya pada "estetika tentara salib", sebuah tren yang semakin meningkat di kalangan sayap kanan.

Dalam sebuah wawancara podcast, Hegseth mengklaim bahwa dia diasingkan karena tato Salib Yerusalem miliknya. "Saya dianggap ekstremis karena tato oleh unit Garda Nasional saya di Washington D.C. dan perintah saya dicabut untuk mengawal pelantikan Biden," katanya, seperti dikutip New York Post.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |