Koordinasi Lintas Kementerian Jadi Kunci Percepatan Pemulihan Sungai di Tiga Kabupaten Sumbar

3 hours ago 1

INFO TEMPO – Monitoring Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Satgas PRR) di tiga kabupaten/kota Sumatra Barat menunjukkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi terus bergerak. Sejumlah program telah rampung, sebagian lainnya memasuki tahap penyelesaian, sementara beberapa pekerjaan strategis masih memerlukan percepatan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Potret tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi dan peninjauan lapangan Tim Monitoring Satgas PRR Sumatera yang dipimpin Brigjen Pol. Yopie Indra Sepang di Kota Pariaman, Kabupaten Solok, dan Kabupaten Tanah Datar pada 14–16 Juli 2026.

"Monitoring ini bertujuan memastikan setiap program rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai target, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang masih memerlukan dukungan pemerintah pusat agar penyelesaiannya dapat dipercepat," kata Yopie.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Hasil monitoring menunjukkan sejumlah capaian pemulihan telah dirasakan masyarakat. Di Kabupaten Tanah Datar, penyaluran bantuan hidup (jadup), uang perabot, dan stimulan ekonomi telah tuntas. Penanganan 126 rumah rusak ringan dan sedang juga telah mencapai 90 persen.

“Optimasi lahan pascabencana seluas 180 hektare serta rehabilitasi lahan sawah seluas 60 hektare telah selesai dilaksanakan. Pembangunan 56 unit hunian tetap (huntap) terpadu terus berjalan dengan dukungan Danantara,” tutur perwakilan Pemkab Tanah Datar.

Di Kabupaten Solok, pemanfaatan Transfer ke Daerah (TKD) Tambahan Tahun Anggaran 2026 senilai Rp 144,67 miliar mulai berjalan dengan realisasi anggaran mencapai 17,35 persen atau sekitar Rp 25,09 miliar. Dari tujuh sistem penyediaan air minum (SPAM) yang terdampak bencana, empat telah selesai direhabilitasi. Rehabilitasi delapan sekolah juga telah mencapai progres sekitar 45 persen.

Adapun di Kota Pariaman, hasil peninjauan menunjukkan SMP Negeri 8 dan Puskesmas Kurai Taji telah kembali beroperasi normal. Kerusakan bangunan yang ditemukan dikategorikan sebagai rusak ringan dan dapat ditangani melalui APBD.

OPD Kabupaten Tanah Datar menjabarkan pekerjaan yang telah dijalankan saat rapat koordinasi bersama Tim Monitoring dan Evaluasi Satgas PRR Sumatera pada Kamis, 16 Juli 2026. Dok. Satgas PRR

Di balik berbagai capaian tersebut, Satgas PRR juga mengidentifikasi sejumlah pekerjaan yang masih menjadi prioritas penyelesaian di masing-masing daerah sesuai karakteristik dampak bencana yang dihadapi.

Di Kota Pariaman, perhatian tertuju pada Sungai Batang Mangor. Kerusakan tebing sungai masih berpotensi mengancam permukiman warga, jalan, dan fasilitas pendidikan sehingga pemerintah kota mengusulkan percepatan pembangunan turap dan pengaman tebing oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Sedangkan di Kabupaten Solok, sedimentasi masih menjadi tantangan di Sungai Saniang Baka dan Sungai Batang Muaro Bungai meski sebagian titik telah dipasang bronjong. Selain itu, sekitar 64 hektare sawah di Desa Paninggahan masih tertimbun sedimen setebal sekitar satu meter. Pemerintah Kabupaten Solok mengusulkan percepatan normalisasi sungai melalui BBWS agar pemulihan kawasan pertanian dapat dipercepat.

Sementara di Tanah Datar, pembangunan pengaman sungai permanen, rehabilitasi irigasi serta penanganan Jembatan Bayang masih menjadi pekerjaan prioritas. Pemulihan ekonomi juga belum normal lantaran 13 kolam budidaya ikan di Jorong Baiang, Nagari Guguak Malalo masih tertimbun material banjir. Untuk sementara, masyarakat memanfaatkan kolam terpal agar kegiatan budidaya tetap berlangsung sambil menunggu proses normalisasi.

Yopie mengatakan hasil monitoring tersebut akan menjadi dasar bagi Satgas PRR untuk memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar berbagai pekerjaan yang masih memerlukan dukungan pemerintah pusat dapat segera diselesaikan.

Pendekatan itu sejalan dengan arahan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno yang menekankan pentingnya koordinasi agar pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan efektif. "Sinkronisasi dan sinergi inilah yang terus kami dorong dalam penanganan rehab-rekon pascabencana," kata Pratikno. (*)

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |