REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Farabi El Fouz mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Hantavirus yang mulai menjadi perhatian di sejumlah negara. Menurutnya, langkah antisipatif perlu dilakukan sejak dini agar Jawa Barat memiliki kesiapan menghadapi kemungkinan munculnya kasus di kemudian hari.
Farabi mengatakan, pengalaman saat pandemi Covid-19 menjadi pelajaran penting bahwa penanganan wabah tidak bisa dilakukan secara reaktif. Pemerintah daerah, kata dia, perlu memperkuat koordinasi lintas sektor mulai dari dinas kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga pemerintah kabupaten dan kota.
“Jangan sampai kita lengah. Pemerintah harus menyiapkan langkah mitigasi sejak awal, baik dari sisi layanan kesehatan, edukasi masyarakat, maupun sistem deteksi dini,” kata Farabi, Jumat (22/5/2026).
Menurut Farabi, kewaspadaan tidak berarti menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Namun, ia menilai pemerintah perlu memastikan seluruh perangkat kesehatan di Jabar berada dalam kondisi siap apabila sewaktu-waktu terjadi peningkatan kasus penyakit menular tertentu, termasuk Hantavirus.
Ia menuturkan, kapasitas rumah sakit, ketersediaan tenaga kesehatan, hingga fasilitas laboratorium harus dipastikan berjalan optimal. Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai pola hidup bersih dan sehat juga dinilai penting untuk terus diperkuat, terutama terkait menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari paparan dari hewan pembawa virus.
Farabi menambahkan, komunikasi publik yang jelas dan transparan menjadi faktor penting agar masyarakat memperoleh informasi yang benar serta tidak mudah terpengaruh kabar bohong atau informasi menyesatkan terkait isu kesehatan.
“Pemprov harus aktif memberikan informasi yang valid kepada masyarakat. Jangan sampai muncul kepanikan akibat informasi yang belum tentu benar di media sosial,” ujar Farabi yang juga merupakan praktisi kesehatan.
Farabi meyakini Jabar memiliki pengalaman dan kapasitas yang lebih baik dalam menghadapi ancaman kesehatan masyarakat. Namun demikian, ia menegaskan kesiapsiagaan tetap menjadi kunci utama agar dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.
“Intinya kita tidak boleh abai. Pencegahan dan kesiapan harus menjadi prioritas supaya masyarakat merasa aman dan terlindungi,” katanya.

2 days ago
7
















































