REPUBLIKA.CO.ID,JOMBANG -- Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya berpesan kepada seluruh muktamirin agar menata niat dalam mengikuti Muktamar ke-35 NU. Menurut dia, seluruh proses muktamar harus berorientasi pada kemaslahatan NU, bukan kepentingan pribadi maupun kelompok.
"Kita di sini untuk berkhidmah kepada Nahdlatul Ulama, bukan untuk mencari kepentingan pribadi," ujar Gus Yahya di arena Muktamar ke-35 NU, Jombang, Kamis (27/8/2026).
Ia juga mengingatkan bahwa NU merupakan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan. Karena itu, proses pemilihan kepemimpinan harus mencerminkan nilai-nilai agama.
"Jadi kita di sini ngurusi agama. Ini organisasi keagamaan. Ya harus pantaslah. Masa ngurusi agama dengan kelakuan yang tidak agamawi, itu kan nggak pantas," ucapnya.
Gus Yahya secara khusus mengingatkan muktamirin agar menjauhi politik uang dan transaksi dalam proses pemilihan.
Ia kemudian mengaitkan pesan tersebut dengan lokasi Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pesantren Tambakberas, tempat KH Abdul Wahab Hasbullah, salah satu pendiri NU, dimakamkan.
"Mari kita ingat terus bahwa kita bermuktamar ini kita ditunggu oleh Kiai Abdul Wahab Hasbullah. Jadi ya mbok sungkan-sungkan sedikitlah sama Kiai Wahab," ujar Gus Yahya.
Muktamar NU ke-35 akan berlangsung pada 27-30 Agustus 2026. Forum yang mengangkat tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa" tersebut diikuti oleh pengurus NU dari berbagai daerah di Indonesia.
Muktamar ini dibuka secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto. Acara pembukaan dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat, seperti Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, serta Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma’ruf Amin.
Hadir juga Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono. Sementara, dari jajaran NU tampak Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
Turut hadir Ketua MUI KH Anwar Iskandar, Wakil Rais Aam PBNU KH Afifuddin Muhajir, Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, Mustasyar PBNU KH Said Aqil Siroj, serta sejumlah jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU.

5 hours ago
14










































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5215189/original/094397100_1746795977-20250509AA_Persija_Jakarta_vs_Bali_United-8.jpg)





