BPKH Salurkan Bantuan ke Tujuh Kabupaten Terdampak Bencana di NTT

1 hour ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan melalui Program Tanggap Bencana tersebut mencakup kebutuhan pangan, air bersih, perlengkapan kebersihan, hunian sementara, hingga layanan kesehatan.

Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah mengatakan bantuan tersebut disalurkan melalui nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU) untuk membantu masyarakat terdampak bencana memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.

“Melalui nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU), BPKH menjalankan amanat untuk menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Salah satunya melalui Program Tanggap Bencana, sebagai bentuk kepedulian dan ikhtiar untuk membantu masyarakat terdampak agar dapat bangkit dan pulih bersama,” ujar Fadlul di Jakarta, Kamis.

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap mulai 26 Agustus 2026 dengan melibatkan tiga Mitra Kemaslahatan, yakni PPPA Daarul Quran, DT Peduli, dan Rumah Zakat. Bantuan disalurkan di sejumlah kabupaten dengan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi 9.000 porsi makanan dan air melalui dapur umum, tiga titik distribusi air bersih yang dilengkapi penyediaan air dan toren, 900 paket sembako, 900 paket hygiene kit, 900 paket shelter kit, enam titik pelayanan kesehatan, 900 kemasan abon, serta 900 kemasan rendang kaleng.

Dukungan tersebut menjangkau sejumlah wilayah terdampak. PPPA Daarul Quran menyalurkan bantuan di Kabupaten Ngada dan Kabupaten Manggarai Timur, DT Peduli di Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Barat, sedangkan Rumah Zakat di Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Manggarai Timur.

Fadlul mengatakan penyaluran bantuan tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama menghadapi kondisi darurat akibat bencana. Menurut dia, penanganan bencana membutuhkan koordinasi berbagai pihak agar bantuan dapat menjangkau masyarakat sesuai kebutuhan.

Karena itu, BPKH menggandeng Mitra Kemaslahatan yang memiliki jaringan dan kapasitas pelaksanaan di wilayah terdampak. Kolaborasi tersebut juga memungkinkan distribusi bantuan disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.

“Kami berharap dukungan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung proses pemulihan di wilayah terdampak,” kata Fadlul.

Program Kemaslahatan merupakan penyaluran nilai manfaat Dana Abadi Umat oleh BPKH untuk berbagai kebutuhan masyarakat melalui sejumlah sektor. Pelaksanaannya dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku.

sumber : Antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |