Ketika Purbaya Semprot Ekonom Citigroup di Acara Forum Bisnis

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan Indonesia Purbaya Yudhi Sadewo 'menyemprot' seorang ekonom Citigroup atas laporan yang menyatakan bahwa defisit anggaran negara berisiko melampaui batas ketentuan Undang-Undang pada 2026.

Dalam pernyataan yang sangat tajam di sebuah forum bisnis di Jakarta pada 3 Februari, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa Helmi Arman dari Citi, yang menulis laporan tersebut dan memiliki dua gelar master, bukanlah 'ekonom sejati' karena ia tidak memiliki gelar doktor.

"Anda seharusnya bertanya kepada seorang PhD," kata  Purbaya, sambil menunjuk dirinya sendiri dalam wawancara di atas panggung dengan koresponden Bloomberg TV Haslinda Amin di forum tersebut.

Citi menolak berkomentar atas pernyataan Purbaya tersebut. 

Dilansir Strait Times, insiden ini mensinyalkan meningkatnya sensitivitas di antara para pembuat kebijakan di ekonomi terbesar Asia Tenggara saat mereka mencoba mencegah aksi jual besar-besaran lainnya di pasar obligasi dan saham negara.

Ini juga merupakan insiden kedua dalam beberapa pekan terakhir di mana seorang pejabat keuangan senior menargetkan analis perbankan. Sebelumnya Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengkritik laporan Deutsche Bank.

Dalam laporan Januari terbaru, Citi menaikkan perkiraan defisit anggaran Indonesia tahun 2026 menjadi 3,5 persen dari produk domestik bruto dari perkiraan awal 2,7 persen. Angka itu melampaui batas 3 persen yang ditetapkan dalam undang-undang setelah krisis keuangan Asia.

Bank tersebut memperkirakan bahwa program makan gratis unggulan Presiden Prabowo Subianto dapat mencapai skala penuh pada 2026 sehingga mendorong biaya hingga sekitar 18 miliar dolar AS (S$22,9 miliar). Kemudian pembangunan kembali provinsi yang terkena banjir dapat menelan biaya tambahan 3,6 miliar dolar AS.

Laporan dari Citi ini muncul setelah defisit fiskal membengkak menjadi 2,92 persen pada 2025, jauh melebihi target awal 2,53 persen dan target revisi 2,78 persen. Data yang dikumpulkan oleh Bloomberg sejak tahun 2005 menunjukkan rasio defisit tersebut merupakan yang tertinggi dalam catatan di luar tahun-tahun pandemi 2020 dan 2021.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |