DIREKTORAT Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian dan PT Daya Intiguna Yasa Tbk. (MR.DIY) menandatangani nota kesepahaman kerja sama untuk menyerap produk lokal lebih banyak. Kerja sama yang berlaku selama dua tahun ini mencakup berbagai ruang lingkup.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ekosistem industri nasional, khususnya bagi pelaku industri kecil menengah (IKM) agar semakin mampu bersaing di pasar domestik maupun global.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan ekosistem pemasaran yang lebih kuat agar produk IKM Indonesia semakin kompetitif, memiliki akses distribusi yang lebih luas, dan mampu menjangkau pasar yang lebih besar,” katanya dalam keterangan tertulis pada Jumat, 22 Mei 2026.
Ruang lingkup kerja sama meliputi pertukaran data dan informasi, fasilitasi promosi dan perluasan pasar, pengembangan jejaring kemitraan, hingga bimbingan teknis dan pendampingan pemasaran produk IKM. Barang-barang yang masuk dalam ruang lingkup kerja sama meliputi perlengkapan rumah tangga, elektronik, alat tulis kantor, alat olahraga, aksesoris kendaraan, kerajinan, perkakas, mainan, perhiasan, kosmetik, hingga perlengkapan komputer dan telepon seluler.
Direktur PT Daya Intiguna Yasa Tbk. Rika Juniaty Tanzil mengatakan, kerja sama ini sejalan dengan komitmen MR.DIY dalam mendukung pengembangan pelaku usaha dan produk lokal Indonesia. Kesepakatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan pelaku usaha lokal serta pengembangan produk lokal berkualitas.
“Saat ini hampir 300 pemasok lokal, termasuk pelaku IKM, telah menjadi bagian dari jaringan pemasok ritel MR.DIY,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan pelaku usaha lokal tidak cukup hanya melalui perluasan akses pasar, tetapi juga membutuhkan pendampingan dan peningkatan kapasitas agar dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Rika berharap semakin banyak IKM binaan Kementerian Perindustrian yang dapat masuk ke jaringan ritel MR.DIY yang kini telah hadir di 37 provinsi di Indonesia. Kerja sama ini dapat lebih membantu banyak produk lokal berkualitas menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing industri, serta menciptakan kemitraan positif antara pemerintah dengan sektor swasta.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian Reni Yanita mengatakan, IKM berperan strategis dan menjadi penggerak ekonomi daerah. Pada tahun 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah IKM di Indonesia mencapai 4,43 juta unit usaha atau sekitar 99,79 persen dari total industri nasional.
Pada triwulan I 2026, IKM memberikan kontribusi sebesar 21,71 persen terhadap output industri nasional dan menyerap lebih dari 13 juta tenaga kerja. “Artinya, penguatan IKM sama dengan memperkuat fondasi ekonomi bangsa,” tutur Reni.
Reni mengatakan penerapan Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) perlu terus diperluas tidak hanya melalui pengadaan pemerintah, tetapi juga melalui peningkatan kesadaran masyarakat untuk semakin bangga menggunakan produk lokal. Keberadaan MR.DIY sebagai mitra ritel modern menjadi peluang besar bagi produk IKM binaan Kemenperin untuk meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk lokal.

















































