Kecelakaan Kereta, Prabowo: Perlu Rp 4 T untuk Pembenahan

4 hours ago 3

PRESIDEN Prabowo Subianto menyoroti masih banyaknya perlintasan kereta api yang belum memiliki pengamanan memadai, menyusul kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Menurutnya terdapat sekitar 1.800 titik perlintasan serupa di Pulau Jawa yang membutuhkan pembenahan segera.

“Ada sekitar 1.800 titik lintasan seperti ini, saya kira sejak zaman Belanda, dan saya sudah perintahkan segera diperbaiki semua,” ujar Prabowo di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi pada Selasa, 28 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Di RSUD Kota Bekasi, Prabowo membesuk korban kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line atau Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur pada Senin 27 April 2026 sekitar pukul 20.57 WIB. Data terbaru, total korban kecelakaan kereta tercatat ada 14 korban yang meninggal dan 84 orang terluka.

Prabowo menuturkan, pemerintah tengah menyiapkan langkah perbaikan menyeluruh, termasuk opsi penambahan penjagaan maupun sistem pengamanan lainnya di setiap titik rawan. Bentuknya bisa pos jaga atau lainnya, kata Prabowo, pelaksanaannya akan ditentukan.

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran besar yang difokuskan pada peningkatan keselamatan transportasi perkeretaapian. “Kami perhitungkan hampir Rp 4 triliun demi keselamatan. Ini sangat penting dan perlu. Sekarang saatnya sudah perlu perbaikan, sudah berapa puluh tahun belum dilaksanakan, jadi sekarang dilaksanakan," ucap Prabowo.

Di sisi lain, Prabowo memastikan penanganan korban kecelakaan terus berjalan. Hingga kini, masih terdapat puluhan korban yang menjalani perawatan medis. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan kompensasi kepada seluruh korban terdampak. “Kompensasi semuanya ada,” ucap dia singkat.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |