Kawasan Sarimukti Diproyeksikan Jadi Stasiun Pengolahan Sampah Jadi Listrik, Tapi Ada Kendala

1 hour ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Kawasan Sarimukti di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat diproyeksikan menjadi stasiun Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL). Hanya saja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat belum siap memenuhi syarat yang diminta pemerintah pusat.

Proyek Waste to Energy (WTO) itu ditandai dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. PLTSa Sarimukti dirancang untuk mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.

"Sesuai arahan Pak Gubernur masih memang, tapi kendalanya memang di pelayanan karena Gubernur minta di daerah dekat Sarimukti, KBB, Cianjur, Purwakarta," kata Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat, Arief Perdana saat dihubungi, Kamis (15/1/2026).

Saat ini, progres pengembangan PLTSa Sarimukti masih berada pada tahap persiapan. Pemerintah daerah memiliki tugas utama untuk memastikan ketersediaan lahan karena tidak mungkin menggunakan lokasi yang sudah digunakan untuk membuang sampah di TPA Sarimukti.

Upaya perluasan lahan pun tidak mudah dilakukan karena terkendala kebijakan moratorium alih fungsi kawasan hutan yang saat ini diterapkan oleh Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Sehingga akan sulit mengajukan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH).

"Enggak bisa pake yang ada sekarang, yang ada sekarang kan 39,4 hektare itu sudah tidak mungkin lagi untuk ditambah. Sedangkan untuk kebutuhan PSEL itu minimal 10 hektare. Sedangkan di Kemenhut sekarang lagi moratorium terkait alih fungsi lahan," ujar Arief

Pasokan sumber air dan pasokan sampah sebagai bahan baku utama Waste to Energy juga menjadi kendala. Sebab, armada truk pengangkut sampah, keterbatasan anggaran daerah, hingga tingginya biaya operasional pengelolaan sampah tentu saja harus menjadi pertimbangan.

"Terkait pasokan sampahnya dari mana saja kan belum. Kemudian lahan masih kita coba upayakan karena terkait moratorium tadi. Untuk air juga masih di cari," kata Arief.

Dengan kendala yang dihadapi itu, Arief pesimis proyek WTP di kawasan TPA Sarimukti bisa terealisasi tahun ini. Namun jika nantinya terealisasi, Pemprov Jabar memastikan tidak akan mengganggu operasional TPPAS Legok Nangka, Kabupaten Bandung yang diproyeksikan untuk menampung sampah dari wilayah Bandung Raya.

"Pak Gubenur mintanya Legok Nangka tetap jalan menggunakan skema yang udah jalan. Untuk yang Sarimukti ini menggunakan skema sesuai Perpres, jadi memanfaatkan Danantara dan lain-lain," kata Arief.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |