Karakter Produk Migas Bikin Venezuela Sulit Pengaruhi Harga Minyak Dunia

1 day ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Praktisi migas Hadi Ismoyo menilai dominasi heavy oil membuat sektor migas Venezuela sulit memberi pengaruh berarti terhadap pasar minyak global. Menurut dia, karakter cadangan tersebut membatasi fleksibilitas produksi Venezuela di tengah dinamika geopolitik yang terjadi.

Kondisi pasar global justru menunjukkan arah berlawanan. Harga minyak mentah Brent kontrak Februari tercatat turun ke kisaran 58–61 dolar AS per barel, level terendah dalam sekitar lima tahun terakhir. Pergerakan ini mencerminkan pasar tidak menempatkan eskalasi situasi Amerika Serikat–Venezuela sebagai faktor risiko utama pasokan.

“Tidak akan mempengaruhi harga minyak dunia. Produksi Venezuela kecil, hanya sekitar 800 ribu barel per hari, kurang dari satu juta barel per hari,” kata Hadi kepada Republika.co.id, Senin (5/1/2026).

Venezuela, jelas dia, memang tercatat memiliki cadangan minyak terbesar di dunia sekitar 300 miliar barel. Namun, sebagian besar cadangan tersebut berupa heavy oil yang membutuhkan teknologi tinggi, biaya besar, serta waktu panjang untuk dikembangkan sehingga tidak mudah meningkatkan pasokan dalam waktu singkat.

“Sebagian besar heavy oil. Venezuela bukan choke point seperti Selat Hormuz di Timur Tengah,” ujar Hadi.

Sebagai Dewan Penasihat Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) periode 2025–2028, Hadi menilai sensitivitas harga minyak global lebih ditentukan kawasan yang memiliki peran strategis dalam jalur distribusi energi dunia. Selat Hormuz dinilai memiliki dampak sistemik terhadap pasokan global, berbeda dengan Venezuela yang tidak berada pada jalur kritis perdagangan minyak.

Hadi juga menyampaikan implikasi situasi tersebut terhadap Indonesia tergolong minimal. “Tidak terlalu berdampak bagi Indonesia,” kata Hadi.

Di tingkat korporasi, Pertamina Internasional EP (PIEP) memperketat pemantauan situasi di Venezuela sebagai langkah antisipasi risiko terhadap aset dan sumber daya manusia perusahaan. Pemantauan dilakukan seiring dinamika kondisi terkini di negara tersebut.

PIEP merupakan pemegang saham mayoritas Maurel & Prom (M&P) dengan kepemilikan 71,09 persen. Salah satu aset M&P berada di Venezuela dan masuk dalam portofolio investasi internasional yang dikelola perusahaan.

“Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela,” kata Manager Relations PIEP Dhaneswari Retnowardhani dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Senin (5/1/2026).

Perusahaan menjelaskan pemantauan dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga stabilitas operasional sebagai bagian dari prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan aset di tengah dinamika global. PIEP juga menjalin koordinasi berkesinambungan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas untuk memastikan keselamatan personel dan keberlangsungan kegiatan operasional.

Melalui langkah tersebut, PIEP menegaskan komitmen menjaga aset strategis serta perlindungan sumber daya manusia di luar negeri. Perusahaan memastikan perkembangan situasi terus dicermati secara konsisten sesuai prinsip kehati-hatian.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |