Kalah dari Akane di Semifinal, Putri KW Harus Puas dengan Medali Perunggu Kejuaraan Dunia 2025

8 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satu-satunya wakil Indonesia di semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2025, Putri Kusuma Wardani, harus puas dengan raihan medali perunggu. Upayanya untuk mengalahkan Akane Yamaguchi sekaligus lolos ke laga puncak gagal.

Putri kalah tiga gim 17-21, 21-14 dan 6-21 dari Akane dalam pertandingan yang berlangsung Sabtu (30/8/2025) sore WIB di Adidas Arena, Paris, Prancis. Putri tak bisa melewati capaian Lindaweni Fanetri yang meraih perunggu pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2015 di Istora Senayan, Jakarta.

Kabar baiknya, kali pertama dalam empat pertemuan, Putri yang menjadi unggulan kesembilan mampu mengambil satu gim. Dalam tiga pertemuan sebelumnya, Akane yang merupakan unggulan kelima selalu menang dua gim langsung atas Putri.

Kesalahan sendiri menjadi penyebab gagalnya Putri pada laga ini. Putri tampaknya kesulitan beradaptasi dengan kondisi menang angin pada gim pertama dan kedua. Selain pukulan yang kerap out di belakang, pukulan silang Putri juga kerap keluar dari sasaran.

Tiga kali pukulan keluar Putri, serta sebuah pengembalian bola yang tanggung membuat Akane melaju 4-0. Akhirnya poin pertama Putri di dapat melalui pukulan drophot 1-4.

Sempat mendekati 5-7, Putri kembali tertinggal 5-9 akibat dua kesalahan sendiri. Servis yang tidak menyebrang serta lagi-lagi bola tanggung yang diserobot Akane membuat skor 6-11 saat jeda interval gim pertama.

Selepas jeda pukulan forehand lurusnya menambah 7-11, tetapi netting yang tidak menyebrang, serta pukulan terlalu panjang membuat skor 7-13. Setelah itu tujuh poin beruntun didapat Putri untuk berbalik memimpin 14-13.

Namun, Putri gagal memaksimalkan momentum ini. Akane kembali ke permainan dan mengambil alih keunggulan 17-14 melalui smash, bola drive dan kesalahan Putri menyambar bola di atas net. Akane terus mempertahankan keunggulan 20-16. Akhirnya sebuah pengembalian bola yang keluar dari Putri menutup gim ini 21-17.

Gim kedua dibuka dengan bola silang Putri yang bergulir di net dan smash silang, Akane sempat mengajukan challenge dan bola memang masuk 2-0. Putri masih memimpin 6-3, 7-4, 8-5, 9-6. Akhirnya menutup interval gim kedua dengan keunggulan 11-9.

Smash silang melebar dan netting yang tidak menyebrang dari Putri selepas jeda membuat skor 11-11. Putri mendapat poin dari bola drive yang gagal dari Akane 12-11. Skor imbang 12-12, 13-13. Putri kembali memimpin 15-13, 20-14 dan pengembalian gagak Akane menutup gim ini 21-14.

Hasil gim kedua ini bukan hanya memaksa adanya gim ketiga untuk menentukan siapa pemenang dalam laga ini, tetapi juga ini kemenangan gim pertama bagi Putri. Karena dalam tiga laga sebelumnya selalu kalah dengan dua gim (2-0) langsung.

Sayang, di gim terakhir Putri antiklimask. Gim tiga diawali dengan servis Putri yang keluar dan penempatan bola Akane yang tak terjangkau 0-4. Netting yang bergulir di net sebelum jatuh ke area lapangan lawan 1-4. Akane melaju hingga menuju interval gim ketiga 11-1.

Tertinggal 10 poin, Putri makin sulit mengejar dalam posisi skor 1-13. Ia sempat menambah dua poin 3-13, kembali tertinggal 3-15, 4-16, 5-17, 6-19, dan 6-20. Sebuah pukulan silang Akane menyudahi perjuangan Putri yang harus puas dengan medali perunggu.

Akane juga berpeluang menambah daftar gelarnya di Kejuaraan Dunia. Sebelumnya, Akane sudah dua kali menjuarai turnamen bergengsi ini.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |